Dari dulu, saya hanya bisa sirik melihat orang-orang yang dengan narsisnya memajang foto bareng pemain basket idola saya di twitter. Sengajanya lagi mention pemain tersebut, biar di-retweet dan bisa dilihat ribuan followers yang saya yakin, sama siriknya dengan saya. Satu pertanyaan yang muncul di hati saat itu adalah: gimana caranya sih lu bisa fotoan sama Densu? Sama Dodo? Sama Rogun?

Sekarang saya sudah menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Ya, saya sudah sukses berfoto dengan beberapa orang pemain basket tenar. Memang perlu sedikit keberuntungan, kesempatan, dan… nekad! Jika anda bukan termasuk orang yang nekad, anda butuh teman yang tepat.

Malam itu saya nonton SM berlaga dengan Aspac, bersama adik saya dan seorang sahabat, yang juga basketball freak. Pada saat break, saya ke toilet dan tanpa sengaja berpapasan dengan Wijaya Saputra (CLS Knights). Jepret! Dapatlah saya berfoto dengan Wijin. Begitu foto dipajang sebagai PP, tiga orang teman langsung bertanya, siapakah cowok tampan itu? Hahaha! Nah, ini namanya hoki. Murni hoki.

Pertandingan malam itu berlangsung sangat lama karena insiden lapangan bocor. Waktu memasuki pk. 22.30 ketika kami beranjak meninggalkan lokasi, bertepatan dengan keluarnya para pemain dari belakang gedung. Kami menemukan Mario Gerungan (Dell Aspac) bersandar santai di pagar pembatas.

Teman saya langsung menyapa Mario,”Hi Mario, may I take a picture with you?”. Saya pun memotret dia bersama Mario. “One more time please,” instruksinya. Saya pun mengikuti, lalu dia bergantian memotretkan saya dan adik saya bersama Mario.

“Kamu mau foto sama pemain yang mana lagi? Sini aku cegatin,” katanya kemudian, dengan muka serius dan lagak superhero.

Saya dan adik saya dengan histeris memanggil nama Rony Gunawan.

Teman saya lalu memblok jalan keluar dengan tubuhnya yang tinggi menjulang. Rony yang tampak kelelahan, agaknya segan melayani permintaan foto. Dia bergegas ingin masuk ke dalam bis. Tapi langkahnya terhenti oleh teman saya.

“Mr. Rony!” panggilnya dengan PD, “Mr. Rooonyyy!!!”

Rony Gunawan benar-benar berhenti. Wajahnya melongo memandang cowok nekad di hadapannya. Mau jalan terus nggak bisa, terhalang badan teman saya yang sama-sama tingginya. Rony pun menyerah.

“May I take a picture with you?”

Dan jepret! Dengan badan gemetaran karena it’s like a dream come true, saya sukses mendapat foto bersama Rony Gunawan, yang saya idolakan sejak dia main di CLS.

Kali ini, adik saya sedikit tersadar, “Ce, kenapa temanmu kok ngajak ngomong pemainnya pakai bahasa Inggris?”

Saya jadi mikir, iya ya… tadinya waktu dia berbahasa Inggris dengan Mario, entah kenapa saya mikir mungkin karena Mario itu blasteran atau apa. Saya pikir dia kan basketball freak, pasti lebih tahu latar belakang pemainnya. Tapi saya ingat-ingat lagi, perasaan tadi ada video di mana Mario diinterview, ngomongnya 100% pakai bahasa Indonesia kok….

Tapi teman saya dengan konsistennya menggunakan bahasa Inggris, bahkan pada saat saya memotretkan dia, dia dengan cool mengacungkan jari telunjuk sambil berkata,”One more time, please…”. OK, what’s wrong with this guy??

Cowok ini pun makin menjadi-jadi, dengan SKSD dia mendekati Rizky, Okiwira, Xaverius, dkk. Percakapan paling panjang terjadi dengan Xaverius Prawiro dari Dell Aspac.

S : Hello Ius, can I take a picture with you?

X : Ow… Ok… (dalam hati bingung, ni turis dari mana ya?)

S : Your brother studies in Petra Christian University right?

X : Yes… er… (dalam hati : kok dia bisa tau, emang gw segitu tenar?) Where do you come from?

S : (ekspresi polos tak berdosa, penuh percaya diri) I come from SURABAYA!

X : (setengah mati nahan tawa, dalam hati : ealah arek Suroboyo toooo) Ooo.. can you please speak in Bahasa? Cause it will be better for me to understand…

S : ow… OK!

Sampai hari ini, kalau ingat percakapan di atas, saya masih bisa ketawa. Masih terbayang ekspresinya Xaverius waktu mendengar “I come from SURABAYA!”. Suaranya Xaverius yang minta ‘speak in Bahasa’ masih terngiang-ngiang di telinga.

Besoknya, saya tanya sama teman saya ini,”Kemarin kenapa sih pemainnya kamu ajak ngomong Inggris?” Dia hanya ketawa dan bilang,”Yaaa… spontan aja sih… abis sudah malam dan banyak orang lagi…” *ga nyambung*

Moral of the story: mungkin maksud teman saya adalah dare to be different, how to attract the players in such way that make them willing to stop and take a picture with us. Mungkin dia pikir, kalau pakai bahasa Inggris akan membuat mereka mengira kami turis yang datang jauh-jauh sehingga sungkan untuk menolak foto bersama. Tapi please deh… kenapa juga mesti ngaku ke Xaverius kalau dia asli arek Suroboyo???

Kalau suatu hari nanti saya dan teman saya ini berkesempatan nonton NBA Live, kita tunggu saja dengan bahasa apakah dia akan menyapa pemainnya? Jepang mungkin? ROTFL!