Seorang teman di twitter suatu kali men-tweet : “Memang apa bedanya spaghetti dengan pasta?”. Ya. spaghetti, fettucini, macaroni dan lasagna tentunya tidak asing di telinga kita. Sebenarnya meskipun berbeda bentuk dan penyajian, mereka masih satu keluarga, sama-sama pasta. Jadi, kalau menjawab tweet tadi, spaghetti adalah pasta, tetapi pasta tidak hanya spaghetti.

Pasta adalah hidangan khas Italia.Di negara asalnya pasta selalu tersaji sebagai hidangan utama (primo piatto), yang diikuti hidangan kedua (secondo piatto), daging, ikan, atau unggas, sayuran, selada dan buah-buahan. Pasta disukai karena murah dan bergizi. Konon, pasta terinspirasi dari mi, yang dibawa oleh Marcopolo, pelaut Italia, sebagai oleh-olehnya dari pelayaran ke Cina.

Bahan utama pasta tradisional adalah tepung, telur dan sedikit garam. Semuanya dicampur rata dan diuleni. Dari adonan dasar yang sederhana, pasta menjelma menjadi beraneka bentuk. Pasta yang berbentuk helaian panjang tipis seperti mi disebut spaghetti. Yang berupa helaian panjang agak lebar, dipanggil fettucini. Kalau lasagna, berupa helaian panjang super lebar. Ada pasta berbentuk seperti kupu-kupu, dinamai farfalle. Yang dikeriting, baik pendek maupun panjang, dikenal dengan sebutan fussili. Ada yang mirip siput, namanya lumache, sedangkan yang mirip ujung pena, disebut penne. Macaroni, berwujud tabung kecil agak melengkung. Rigatoni, berbentuk tabung agak besar dan lurus. Tabung yang digulung pendek, sebutannya cavatelli. Ada pula yang seperti butiran merica, dinamakan acini de pepe.

Dari bentuk yang bermacam-macam tadi, lahir berbagai cara penyajian pasta. Ada yang disiram saus, seperti spaghetti Bolognese. Ada yang dilapisi saus lalu dipanggang, seperti lasagna. Ada juga hidangan pasta bernama tortellini / cappelletti (topi kecil) yang berupa pasta bundar diisi adonan daging, yang kemudian dilipat dan dibentuk seperti topi, lalu direbus dan dipanggang dengan krim.

Pada umumnya beberapa saus pasta banyak mengandung tomat. Tomat memang merupakan salah satu primadona kuliner Italia. Pizza pun diolesi saus tomat sebelum ditaburi topping. Tomat akan memberikan gizi terbaik jika dimasak dengan sedikit minyak, jadi saus pasta yang menggunakan tumisan tomat termasuk bergizi tinggi.

Dalam salah satu iklan produk spaghetti di televisi, digunakan tagline “Al dente”. Sebenarnya “Al dente” adalah kondisi terbaik pada saat kita mengolah pasta, di mana pasta tidak terlalu matang sehingga tidak kehilangan kekenyalan khasnya. Karena itu, saya sangat berhati-hati bila merebus spaghetti favorit. Begitu warna spaghetti yang tadinya kuning mulai memutih, saya mulai sering memeriksa tingkat kematangannya agar tercapai “Al dente”. Bila sausnya belum siap, biasanya spaghetti yang sudah ditiriskan saya siram dengan air dingin agar proses pematangannya terhenti dan tidak menjadi terlalu lembek.

Ya, begitulah sedikit serba-serbi pasta yang saya ketahui. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan berkomentar ya….

Note : beberapa data dalam posting ini disadur dari tulisan Anna-Teresa Callen tentang Pasta, dalam buku Aneka Hobi Rumah Tangga, diterbitkan oleh Plenary Publications International Inc, New York (1975), hak cipta dalam bahasa Indonesia oleh PT. Tira Pustaka (1984)

yuk, cocokkan pasta dalam gambar dengan deskripsi saya di posting...

yuk, cocokkan pasta dalam gambar dengan deskripsi saya di posting…

Posted with WordPress for BlackBerry.