my fitness ball, pelengkap home gym :)

my fitness ball, pelengkap home gym🙂

Salah satu harapan saya sejak tahun 2010 adalah kesehatan yang lebih prima. Tercapaikah? Menurut saya, lumayan. Sepanjang 2010 tidak sekalipun saya izin tidak masuk kerja karena sakit. Memang sih, saya bukannya tidak pernah sakit selama tahun 2010, tetapi karena efek sakitnya tidak parah maka saya masih kuat bekerja. Bandingkan dengan tahun 2009, saya sempat terserang vertigo yang kata dokter disebabkan oleh tekanan darah yang terlalu rendah.

Di tahun 2011 ini saya ingin meningkatkan kesehatan saya. Cita-cita saya adalah memiliki umur biologis yang lebih muda. Maksudnya, kalaupun usia saya yang sebenarnya adalah 25 tahun, tapi kondisi tubuh dan stamina masih seperti usia 21 tahun, misalnya. Dengan demikian tentunya saya akan memiliki lebih banyak energi untuk berkarya, dan hidup dengan sendirinya menjadi lebih berkualitas.

Nah kalau tujuannya sudah begitu jelas, lalu bagaimana cara mencapainya? Meskipun menurut saya, hidup saya belum 100% sehat, ada beberapa langkah awal yang sedang saya usahakan.

1.Makan untuk kesehatan
Seiring dengan kemajuan peradaban, tanpa disadari fungsi kegiatan makan sudah melebar. Bukan sekadar supaya kenyang, tetapi juga ada fungsi rekreatif. Makanya ada istilah wisata kuliner. Safir Senduk, seorang pakar keuangan, di twitternya suatu kali menulis, sekarang makan di luar pun sudah bisa dianggap rekreasi.

Saya setuju bahwa makan itu merupakan rekreasi. Tapi yang perlu diperhatikan, apakah makanan yang enak itu merupakan makanan yang sehat? Jangan sampai kita makan hanya untuk memanjakan lidah, namun tanpa sadar menyiksa organ dalam tubuh.

Saya sekarang mulai menerapkan oatmeal sebagai menu sarapan saya. Saya biasa membawa oat instan ke kantor untuk diseduh sebagai sarapan. Biarpun selalu saya tawarkan kepada teman-teman sekantor, hingga hari ini belum pernah ada yang tergiur dengan menu sarapan saya, hehehe…

Saya juga terpikir untuk mulai mengurangi porsi nasi. Saya baca, karbohidrat juga bisa diperoleh dari sayur dan buah. Karbohidrat dari sayur dan buah termasuk karbohidrat kompleks yang baik untuk tubuh karena lama dicerna sehingga kita akan kenyang lebih lama.

Konsumsi gula, sudah sejak dulu saya kurangi, karena memang dasarnya tidak terlalu suka rasa manis. Di samping itu secara genetis saya ada kemungkinan mengidap diabetes karena nenek saya penderita diabetes.

Belakangan saya juga mulai belajar memasak sendiri. Konon, di negara maju orang sudah mulai menggalakkan budaya masak sendiri. Karena dengan masak sendiri, kita benar-benar tahu kandungan dalam makanan kita dan memperhatikan gizinya.
Yang perlu digarisbawahi, saya tetap doyan makan enak kok. Saya nggak nolak kalau diajak makan di luar. Tapi, saya juga berusaha untuk makan makanan yang tidak enak untuk tujuan kesehatan.

2.Olahraga
Sejak 2010 saya mulai aktif berolahraga lagi. Yoga sih sudah jarang, saya lebih banyak latihan kardio. Kebetulan di kantor ada aktivitas senam aerobik setiap Jumat sore, sebisa mungkin saya mengikutinya.

Di luar itu saya menambah porsi olahraga setiap weekend. Kadang kalau sepulang dari kantor saya merasa masih kuat, saya angkat barbel sambil jalan di tempat selama 15 menit. Untuk variasi, saya kadang jalan-jalan sore di Lapangan Renon saat weekend.

Kalau olahraga di rumah, modal saya paling-paling barbel, matras, holahop, dan fitness ball. Semuanya murah-meriah dan mudah didapat di toko olahraga. Menurut saya home gym tidak perlu ribet, beli treadmill lah, beli stepper. Yang penting kreatif. Dingklik (bangku kayu kecil) misalnya, saya karyakan menjadi alat olahraga. Saya naik turun dingklik sambil angkat barbel seperti naik turun anak tangga, efeknya saya rasa mirip lah sama stepper.

Yang paling berat dari olahraga itu adalah menjadikannya habit. Contohnya waktu lagi asyik nonton NBL live, saya jadi lupa olahraga. Untungnya, kalau jarang olahraga, badan saya mulai memberikan warning. Perut yang menggendut membuat celana menyempit dan tidak nyaman. Bobot bertambah membuat gerakan melamban, jadi tambah malas dan kurang produktif. Sinyal-sinyal ini membuat saya terpecut untuk kembali berolahraga.

3.Relaksasi
Untuk relaksasi terbaik, tentu tidur jawabannya. Di samping tidur, saya tidak suka ribet, cukup membaca bacaan yang baik saja sudah merupakan relaksasi buat saya. Baru-baru ini saya mencoba spa, ternyata enak juga ya. Tapi di rumah kita juga bisa spa kok, yaitu dengan menikmati proses mandi dan tidak sekadar mandi cibang-cibung saja.

Nah loh, tulisan ini lama-lama jadi panjang dan harus saya akhiri.
Saya harap, sharing saya di sini bisa menginspirasi teman-teman untuk mulai berusaha hidup sehat. Tidak ada gunanya kita kerja keras di waktu muda kalau tidak bisa dinikmati di hari tua karena sakit-sakitan. Kematian memang sudah takdir, tapi alangkah baiknya kalau waktu hidup yang singkat ini bisa kita maksimalkan dengan badan yang sehat. Men sana in corpore sano itu menurut saya benar sekali lho, kalau badan kita sehat, pikiran lebih jernih dan jiwa pun pasti akan tentram. So, live a healthy life, friends!

Posted with WordPress for BlackBerry.