Pertandingan PJ vs SM, GOR padat dipenuhi oleh penonton

Pertandingan PJ vs SM, GOR padat dipenuhi oleh penonton

Games paling seru yang saya tonton selama NBL seri IV adalah hari Jumat, di saat Pelita Jaya berlaga melawan Satria Muda. Suasana GOR ramai sekali dan pertandingan berlangsung sangat panas. Samuel dari Pelita Jaya sampai salto di atas punggung pemain lain pada saat berusaha menghalangi bola yang dipegang temannya di-steal lawan. Saya salut dengan permainan Andy ‘Batam’, cekatan sekali dalam melakukan rebound. Untuk shooting, menurut saya sih, yang cukup bisa diandalkan adalah Ary Chandra.

Dari game ini ketahuan kalau penonton Bali sangat mengidolakan Pelita Jaya, begitu mereka masuk saja sudah bikin heboh, cewek-cewek memekikkan nama Kelly (Purwanto) yang hijrah dari Garuda ke PJ. Momentum seperti itu sangat dimanfaatkan PJ untuk semakin merebut hati para penggemar, seluruh pemain berkumpul di tengah lapangan dan melemparkan souvenir pada penonton.

Di saat break pun PJ mensponsori pemberian hadiah pada penonton, malam itu seorang penonton yang beruntung mendapatkan 1 unit HP Esia yang bertanda tangan Kelly Purwanto. Kelihatannya keluarga Bakrie memang tidak mau setengah-setengah mensponsori timnya. Untungnya, sponsor kuat ini ditunjang dengan permainan yang tangguh, tercatat dalam semua seri hanya sekali saja PJ berhasil dikalahkan oleh CLS Knights. Malam itu pun, Satria Muda yang mendominasi jawara IBL dipaksa mengakui ketangguhan mereka dengan skor 60-71.

Intimidasi penonton agaknya juga makin menyudutkan SM, karena jelas sekali mayoritas penonton adalah suporter PJ. Kesempatan free throw pun seringkali tidak termanfaatkan baik oleh SM, acap meleset, mungkin karena grogi. Setahu saya, kejadian ini terjadi juga malam sebelumnya, di saat CLS Knights melawan PJ.

Dengan berkali-kali menangnya PJ, saya rasa pemenang NBL sudah bisa ditebak. PJ menurut saya merupakan tim yang ganas, mainnya sangat semangat. Kalau tadi saya sudah sebut Batam dan Ary, PJ masih punya Kelly yang ritme bermainnya cepat. Ada juga senior Romy Chandra yang layak kita kagumi, di usia menjelang 40 tahun dia masih bugar dan produktif. Sepertinya pemain PJ memang benar-benar pilihan.

Terakhir kali saya nonton NBL pada hari Sabtu, 15 Januari, dengan memanfaatkan promo diskon 50% untuk pembelian tiket sebelum pk. 13.30. Saya sempat menonton CLS vs Aspac mulai quarter kedua, di mana CLS unggul 66-48. Saya bangga dengan CLS, klub asal Surabaya yang bisa mengalahkan tim-tim unggulan Jakarta. Memang setelah dipegang manajemen Knights, CLS maju luar biasa. Prestasi tergila mereka seri ini, seperti sudah saya singgung sebelumnya, adalah mengalahkan PJ di Solo.

Game berikutnya adalah Citra Satria versus Satria Muda yang sudah kelihatan siapa pemenangnya. Dari awal SM sangat mendominasi permainan. Sebenarnya CS akurasi shoot-nya cukup baik, beberapa kali mereka memukau saya dengan three point yang mulus. Tapi mereka kurang agresif dalam stealing maupun rebound. SM tampak garang, mungkin karena terluka akibat kekalahan dengan PJ.

Sayang seribu sayang, game itu berakhir dengan kegagalan Faisal (SM) mencetak poin lewat shoot yang lebih banyak melesetnya. Skornya jadi nanggung, 98-51, padahal saya berharap SM bisa menggenapi skor menjadi 100. Akibatnya, Faisal yang penasaran terus menerus melakukan shoot meski buzzer telah mengakhiri permainan.

Entah karena sudah ketahuan siapa yang menang atau karena orang-orang punya acara yang lebih menarik di malam Minggu, hari Sabtu itu GOR Merpati sangat sepi. Begitu pertandingan kedua berakhir, banyak penonton pulang sehingga GOR terlihat so pinky, karena tempat duduk berlapis keramik pink-nya tidak dipenuhi penonton.

Bandingkan dengan foto pertama, kelihatan kan suasana game SM vs CSJ sangat sepi?

Bandingkan dengan foto pertama, kelihatan kan suasana game SM vs CSJ sangat sepi?

Posted with WordPress for BlackBerry.