Pertama kali saya nonton NBL adalah hari Minggu, 9 Januari yang lalu. Sebenarnya niatnya nonton dari hari pertama penyelenggaraan yaitu hari Sabtu, sayang sekali saya mendapat undangan kebaktian Natal BMPD yang waktunya bertepatan dengan pertandingan. Sejak Jumat saya follow terus twitter NBL, hokinya saya jadi tahu kalau ada voucher diskon 50% tiket NBL di Phoenix Radio. Saya mendapat 2 lembar voucher yang menjadi bekal sangat berharga selama nonton NBL.

Meski tidak tahu GOR Merpati itu persisnya di mana, tapi saya yakin event sekelas NBL pasti banyak tetengernya di jalan. Saya tidak salah, dengan mudah saya menjangkau GOR Merpati. Membeli tiket sangat mudah dan cukup membayar Rp. 10.000,- saja berkat voucher 50% dari Phoenix. Waktu masuk ke GOR, saya sangat terkesan, GOR-nya bersihhhhhh sekali tidak seperti kualitas GOR yang saya bayangkan. Tidak salah bila digelari sebagai GOR terbersih di Indonesia. Saya bangga sekali sebagai warga Bali, memiliki GOR sekelas GOR Merpati.

Game hari itu antara Garuda Flexi dan CLS Knights, dua-duanya klub favorit saya. Seperti mimpi rasanya melihat para pemain yang saya idolakan bermain di hadapan saya, apalagi saya mendapat tempat duduk yang sangat strategis. Yang membuat acara nonton makin seru, di sela pertandingan MC sering melemparkan souvenir untuk penonton. Di samping itu ada juga selingan games dan penampilan para dancer. Ketika para pemain masuk ke lapangan, suasana riuh sekali. Kelihatan betapa warga Bali merindukan liga profesional. Nama Denny Sumargo benar-benar dielu-elukan, terutama oleh cewek-cewek. Tapi memang harus saya akui, Denny selain ganteng, mainnya juga bagus.

Pertandingannya seru sekali, terjadi kejar-kejaran poin yang ketat dan akhirnya dimenangkan oleh Garuda Flexi (62-59). Itu benar-benar games yang worth to be watched live, karena sengitnya pertempuran kedua tim. Insiden yang terjadi adalah Denny Sumargo kena sikut sehingga salah satu matanya bengkak.

Karena sangat senang menyaksikan pertandingan hari itu, hari Seninnya saya nonton lagi. Hari itu Garuda berlaga melawan Aspac. Sekali lagi Garuda menunjukkan taringnya dan memenangkan pertandingan dengan skor 55-49. Oh iya, untuk hari Senin ada promo diskon 50% lagi dengan me-retweet tweet NBL dan menunjukkan di counter media.

Dua kali melihat performa Garuda, menurut saya Garuda masih sangat mengandalkan Denny Sumargo. Denny selalu menjadi starter dan jarang digantikan pemain lain. Tapi, Garuda bukan Denny Sumargo, Lolik, dan Cokorda saja, masih ada pemain yang menurut saya potensial yaitu Hendru Ramli. Three point shoot-nya cukup akurat, umur juga masih muda. Saya yakin Hendru kalau terus berlatih dan meningkatkan stamina, bisa menjadi ancaman bagi tim lain.

Posted with WordPress for BlackBerry.