Tidak terasa, hampir dua tahun sudah aku melayani di SEKAMI (Serikat Kepausan Anak-anak Misioner). Awalnya aku tertarik karena senang dengan anak-anak. Selain itu, di masa kecilku, Sekolah Minggu selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Aku rela meninggalkan acara TV Minggu pagi untuk Sekolah Minggu. Karena itu, aku ingin membagi kenangan masa kecilku itu di SEKAMI.

Aku merasa SEKAMI adalah my balancing activity. Setelah 5 hari kerja berkutat dengan orang-orang dewasa yang terkadang kedewasaannya malah kurang, kepolosan anak-anak SEKAMI bagaikan oase di padang gurun bagiku. Setelah 5 hari kerja sibuk mengurusi uang orang lain, SEKAMI menjadi suatu refreshment, dunia di mana aku diterima karena kasih yang kuberikan, bukan semata karena kecakapan bekerja.

Banyak sekali kegiatan yang aku lalui bersama SEKAMI. Mulai dari pertemuan reguler, Misa Anak, kunjungan sosial, camping dan lain sebagainya. Mungkin banyak orang bertanya, apa nggak capek? Jawabanku, ya. Mengurus anak-anak adalah hal yang sangat menguras tenaga, apalagi kalau harus mengajar 60 anak balita sekaligus. Sama capeknya dengan menghandel 20 ABG yang berisik.

Kadang karena capek, kesal, ingin rasanya mundur saja. Tapi begitu aku berdiri di depan anak-anak, rasa itu hilang. Berganti dengan semangat untuk mengenalkan Tuhan pada mereka, dengan cara yang kreatif dan menghibur. Apalagi ketika mengajar TK, aku sangat bahagia melihat orang tua yang mendampingi balitanya. Melihat mereka berinteraksi di kelas dengan penuh kehangatan dan kegembiraan.

Pernah suatu waktu aku sedang dalam keadaan marah, padahal aku harus mengajar hampir seratus anak mulai TK sampai kelas 4 SD. Tapi kemarahanku itu justru menjadi energi baru dan setelahnya, beberapa teman mengatakan, pengajaranku hari itu bagus sekali.

Sering aku harus mengajar di tempat yang sangat tidak layak bagi anak-anak, karena kondisi gerejaku yang masih dalam tahap pembangunan. Sedih rasanya melihat mereka harus menghisap debu dan ada yang gatal-gatal karena alergi. Kalau sudah begini, aku hanya bisa mengajak anak-anak berdoa supaya pembangunan cepat selesai dan kami mendapatkan kelas yang representatif dan ideal.

Anak-anak SEKAMI juga mendapat tempat khusus di hatiku, dan aku juga mungkin mendapat tempat di hati mereka. Senang rasanya bila anak TK yang kudampingi bisa bercerita banyak hal padaku setelah kelas selesai.

Dalam next posting, aku ingin bercerita tentang beberapa anak SEKAMI yang berkesan bagiku. Aku juga ingin bercerita tentang beberapa aktivitas kami yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Sekolah Minggu lainnya. Tunggu postingnya ya…

Posted with WordPress for BlackBerry.