Andy Noya and Andrea Hirata in action
Andy Noya and Andrea Hirata in action

Sabtu kemarin, aku kebagian tugas menjaga stand bank tercinta dalam pameran perbankan yang digelar di Gramedia Expo. Setelah menunaikan tugas (mulai pk.10.00-15.00), aku bergegas mencari makanan untuk mengisi perut yang sudah meraung-raung. Pilihan jatuh pada The Library Cafe, yang berada dalam Gramedia Bookstore di atas arena expo.

Begitu membuka menu, wah ternyata harga makanannya cukup mahal! Karena sudah kepalang tanggung (lapar berat ceritanya, bayangin aja ga makan dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore), aku tetap memesan dan makan di sana. Selesai makan, aku duduk-duduk melepas lelah sambil membaca buku yang disediakan di Library.

Setelah bosan duduk sendirian, aku keluar menuju area Gramedia Bookstore. Tiba-tiba saja melintas sesosok pria yang sangat aku kenal. Pria berambut ikal dan bertopi itu dikawal beberapa petugas. Sekilas aku menangkap pembicaraan mereka,”Mas Andrea, nunggu di kafe aja dulu ya?”

Ya, saya berada hanya beberapa meter dari Andrea Hirata. The famous Andrea Hirata, yang menghebohkan sastra Indonesia lewat tetralogi Laskar Pelanginya. Orang yang selalu ingin aku temui selama ini, karena aku menyimpan sejuta pertanyaan untuknya setelah membaca buku-bukunya.

Sekedar flashback, sudah dua kesempatan bertemu Andrea aku lewati. Pertama waktu Andrea diundang dalam diskusi buku di Widya Mandala, aku tak datang karena sakit. Kedua waktu Sampoerna mensponsori diskusi mengarang dengan Andrea di Brawijaya, aku juga tak hadir karena ada keperluan.

Tentu saja kesempatan ketiga ini tak mau aku lewatkan, meski badanku pegal-pegal setelah seharian berdiri dengan sepatu hak tinggi.

Andrea hadir di Gramedia dalam kapasitas sebagai pembicara dalam bedah buku ‘Andy’s Corner’ karya Andy F.Noya, host Kick Andy show di Metro TV. Tentu saja Andy F. Noya sendiri juga hadir. Acara tersebut disiarkan on air di radio Sonora dengan dipandu salah seorang penyiarnya.

Diskusi berlangsung seru, penuh gelak tawa. Andy dan Andrea cukup humoris dan pandai menghidupkan suasana. Buku Andy’s Corner sendiri sejatinya adalah kumpulan tulisan Andy yang terinspirasi oleh kisah-kisah hidup mereka yang pernah menjadi tamu dalam Kick Andy. Andy merefleksikan pengalaman tamu-tamunya tersebut dengan pengalaman hidupnya sendiri. Menyentuh? Jelaslah, sesuai slogan Kick Andy: Menonton dengan Hati. Makanya beli deh bukunya, nggak rugi kok.

Yippie, foto sama Andrea Hirata!

Yippie, foto sama Andrea Hirata!

Singkat cerita akhirnya aku berhasil berfoto dengan Andrea Hirata dan meminta tanda tangannya di notesku (sayang sekali aku tidak membawa koleksi Laskar Pelangi-ku, namanya juga dadakan). Walau tidak sempat ngobrol lama, senang rasanya. Mudah-mudahan ada kesempatan kelak untuk ngobrol lama dengan Andrea. Soalnya, banyak hal yang bikin aku penasaran dari Laskar Pelangi.

Kemudian aku membeli buku Kick Andy dan Andy’s Corner lalu minta tanda tangan pada Andy F. Noya, plus foto. Petugas Gramedia mengumumkan undian bagi pembeli buku Kick Andy, Andy’s Corner dan Laskar Pelangi versi hard cover. Hadiahnya dinner dengan Andy F. Noya. Saat itu, aku yakin sekali aku bakal menang. Bahkan sempat terpikir untuk tidak usah antri minta tanda tangan dan foto dengan Andy, karena nanti pasti ketemu lagi.

Mengikuti buku The Secret, dalam hati aku mulai berkata dalam hati,”Dinner sama Andy…. dinner sama Andy…”

Yah, begitu nama pemenang diumumkan, namaku tidak disebutkan.

Aku ngacir pulang. Dalam hatiku masih ada keyakinan, nanti akan ada seseorang yang menelepon, mengundangku untuk dinner dengan Andy.

And it happened.

Malam itu aku habiskan bersama Andy F. Noya, tim Kick Andy, dan para pemenang undian lainnya. Dinner diawali dengan pemutaran cuplikan episode Kick Andy. Lalu Andy F. Noya menceritakan tentang episode terbaru Kick Andy yang akan tayang Jumat ini, pk. 21.30 WIB. Judulnya ‘Lentera Jiwa’. Lentera Jiwa adalah lagu karangan penyanyi Nugie.

Lentera Jiwa
By: Nugie

Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku disamudra hidupku?

 

Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku? Inikah takdirku?

reff:
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Andy bercerita, banyak orang tidak berani mengikuti lentera jiwanya. Andy sendiri dengan berani mengikuti sang lentera jiwa dengan segala konsekuensinya. Lulus dari STM dengan nilai terbaik, Andy bersikeras meneruskan pendidikan di bidang jurnalistik, mengejar cita-citanya menjadi jurnalis. Dan sekarang Andy telah sukses dalam karir jurnalistik yang dirintis dengan penuh perjuangan. Yang paling penting, dia bahagia.

 

With Andy Noya in front of Dapur Desa

With Andy Noya in front of Dapur Desa

Very touching.

Setiap orang yang hadir lantas bercerita tentang pekerjaannya, dan apakah pekerjaannya sesuai dengan lentera jiwanya.

 

 

Bagaimana denganku? Meski pekerjaan yang aku geluti sekarang sangat jauh dari lentera jiwaku, keputusanku untuk memilih pekerjaan ini juga merupakan bagian dari perjuanganku mengejar sang lentera jiwa. Malam itu, aku merasa disegarkan, diingatkan lagi tentang mimpiku yang sesungguhnya.

Aku jadi teringat dengan kata pengantar dalam The Alchemist edisi bahasa Inggris. Di situ Paulo Coelho menjelaskan, inti dari Alchemist adalah mimpi. Begitu banyak orang yang tidak berani mengejar mimpi. Bahkan cinta pun bisa menghalangi orang untuk mengejar mimpinya. Aku juga teringat dengan buku Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata. Betapa keberanian untuk bermimpi ternyata membawanya kepada perwujudan mimpi itu sendiri.

So, thanks God, for giving me extra luck to join the dinner. Thanks Andy, for reminding me to look after the light of my soul…

Dan buat teman-teman… yuk sama-sama nonton Kick Andy edisi Lentera Jiwa di Metro TV, Jumat, 29 Agustus 2008 pk. 21.30 WIB dan Minggu, 31 Agustus 2008 pk. 15.30 WIB.

Mungkin setelah kita menonton, kita bisa sharing tentang lentera jiwa kita.