Sejak bekerja, weekend semakin menjadi saat yang paling aku tunggu-tunggu. Gembira sejak hari Jumat, dan sedih pada Minggu malam adalah fluktuasi mood yang aku rasakan setiap minggunya. Yah, ada enaknya juga kerja di bank, tidak perlu bekerja di hari Sabtu, meski Senin-Jumat harus bekerja keras.

Rutinitas umumku saat weekend adalah:

  1. Bangun sesiang mungkin di hari Sabtu pagi. Biarpun malamnya nggak begadang, tetapi tiap Sabtu aku nggak sudi bangun pagi. Kapan lagi bisa molor kalau nggak hari Sabtu?
  2. Merawat si mobil yang setia menemaniku sepanjang minggu. Dicucikan di salon mobil (mobil ama yang nyetir aja lebih sering mobilnya yang ke salon), bensinnya diisi full, tekanan angin ban dicek. Inilah rutinitas yang paling menguras gajiku. Si mobil rakus banget sih minum bensinnya T_T
  3. Olahraga. Entah yoga, pilates, lari-lari, atau sekadar muter-muter mal. Sekarang aku sudah beli yoga mat sendiri di rumah supaya lebih rajin berolahraga.
  4. Hang out bersama teman. Makan enak wajib hukumnya. Setelah berhemat-hemat dengan makan di warung setiap hari, weekend adalah saat memanjakan lidah dan menguras kantong.
  5. Shopping bersama keluarga.
  6. Mencuci baju yang perlu perawatan khusus.
  7. Ke gereja, ya pasti dong! Untuk me-recharge diri secara spiritual agar siap menghadapi minggu yang akan datang.
  8. Melakukan hobi. Membaca, ngeblog, chatting…. ah… indahnya hidup ini….

Weekend ini, dimulai dengan tidur sepuasnya di Sabtu pagi yang cerah. Bermalas-malasan hingga tengah hari. Sempat internetan bentar. Lalu pergi ke gereja bersama seorang teman. Karena malam Minggu ini ada undangan BBQ party di kost temanku di daerah Darmo Harapan, aku pergi ke gereja dekat sana, yaitu di Gereja St.Yakobus Citraland. Gerejanya benar-benar wow! Asyik juga sesekali pergi ke gereja yang beda, sekadar ganti suasana.

Sepulang gereja, kami menuju kost temanku itu. Di atas bubungan atap rumah kost, kami bersepuluh (aku, Lista, Edwin, Ivnat, JT, Ucup, Chris Andre, Supry, Ferry, dan Widi) sibuk membakar sosis, roti, jagung, bakwan, dan daging sambil melepas rindu setelah sekian lama tidak berjumpa. Dari semua temanku ini,ada yang tampak tak berubah, ada pula yang tampil beda. Selama ini aku pikir aku sudah bertambah subur sejak lulus kuliah. Ternyata rekorku dipecahkan oleh Ferry dan Widi yang menjadi super bulat setelah bekerja. Mungkin ini menandakan kemakmuran yang mereka dapatkan dari pekerjaannya. ;p

BBQ party malam itu memang sangat meriah. Dengan modal hanya 15ribu per orang, kami makan hingga kenyang. Kemeriahannya bertambah dengan kembang api yang menghiasi langit malam itu. Bukan, bukan kembang api yang kami sulut sendiri. Mungkin ada acara pesta di daerah itu yang dilengkapi atraksi kembang api. Yang jelas, siapapun yang mengadakan pestanya, kami ikut menikmati.

Dan yah…. tiba-tiba saja sekarang waktu telah menunjukkan hari Minggu, hampir jam sepuluh malam…. waktunya bobok dan besok ngantor lagi… sigh…