Pakai toga dalam ruang wisuda :)Gimana rasanya diwisuda? Wah, campur aduk. Di satu sisi senang, lega, dan puas, di sisi lain, ada rasa sedih karena berpisah dengan teman-teman dan rasa grogi karena aku emang bukan banci tampil. Eniwei, ada banyak cerita seru hari itu…..

  1. Pas gladi bersih sehari sebelumnya, aku udah bikin kesalahan berkali-kali. Misalnya, menenteng map ijazah dengan santai sambil melenggang, padahal harusnya dikempit di lengan dengan rapi. Hal yang sama terjadi pada tabung perak. Salah rute jalan juga. Kacau berat….
  2. Cita-cita jadi covergirl kesampaian juga meski hanya skala Kanitra. Tapi malu banget, soalnya fotonya berantakan. Waktu diwawancara aku nggak nyangka kalau bakal dijadikan cover tabloid. Setelah membuat profil banyak orang selama berkiprah di media sekolah dan kampus, aneh rasanya diprofilkan di media alumni. Senangnya, bisa jadi covergirl bukan karena modal tampang, tapi karena prestasi semasa kuliah🙂 Thanks to Kanitra….
  3. Bayangkan saudara-saudara, jam 5 pagi saya harus ke salon untuk make-up! Ngantuuuuukkkkk banget! Sudah begitu, mata jadi tambah berat karena di-make-up. Jarak pandang terbatas pula. Memang, mau cantik harus berkorban….
  4. Sebenarnya waktu diwisuda, di balik toga aku nggak pakai kebaya. Hanya underwear sama bawahan sewek aja. Soalnya, bocoran dari teman-teman yang sudah wisuda duluan, panassss banget kalau kebaya didobel sama toga. Lagipula, kebayaku dari bahan katun, kalau kena keringat pasti bercaknya kelihatan. Nah, selesai upacara, baru toga dilepas, diganti dengan kebaya.
  5. Untuk bawahannya, aku pakai sewek beneran loh! Bukan kain batik yang dijahit jadi rok, tapi kain panjang utuh yang dililitkan di badan. Agak takut sih soalnya kuatir kesrimpet. Tapi ternyata pakai sewek itu enak, jalannya malah lebih gampang daripada pakai rok panjang. Resikonya, harus kuat nahan pipis seharian, soalnya kalau mau pipis, ribet ngelepasnya.
  6. Sebenarnya, di hari wisuda aku lagi sariawan. Untung nggak terlalu parah, jadi nggak begitu mengganggu.
  7. Begitu sampai di kampus, aku sempat berfoto dengan keluarga di depan BAAK. Minta difotokan sama fotografer wisuda. Ternyata, mereka itu masih dalam taraf baru belajar. Fotonya kacau. Sudah gitu, papaku dengan polosnya membeli semua foto itu. Sebel….
  8. Belum masuk auditorium, aku udah bikin heboh panitia wisuda karena kehilangan pin emas. Mereka pada bingung karena pin emas itu harus dipakai. Pas lagi bingung, ada ibu-ibu panitia yang membenarkan letak hasduk (leher togaku) yang miring. Ternyata, pin emasku ketutupan selempang, jadi nggak kelihatan, bukannya hilang. Malu banget sama bapak dan ibu panitia. Maap ya Pak, Bu….
  9. Di dalam ruangan pas wisuda berlangsung, aku sempat teleponan sama Supry. Terus ada telepon salah sambung sekali. Sempat SMS-an sama Pak Thomas dan beberapa teman. Sempat ketiduran. Abis bosen duduk manis terus.
  10. Cece yang duduk di sebelahku waktu wisuda lagi hamil delapan bulan loh….  Kasihan, bayi dalam perutnya nendang-nendang sejak pagi….
  11. Ada wisudawan pascasarjana yang sudah bapak-bapak. Temanku Oei dengan nakalnya bercanda pas ngeliat si bapak naik panggung, “Lho, emang boleh ya kalau yang wisuda papanya, mewakili anaknya?”
  12. Grogi banget karena harus naik panggung tiga kali. Takut salah. Takut kesandung. Takut kesrimpet. Sembilan malam aku berdoa semoga tidak tampil memalukan. Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar.
  13. Selama upacara, aku berusaha menahan rasa haru. Biasanya kalau dengar lagu ‘Di Doa Ibuku’ aku pasti nangis. Untung waktu wisuda bisa nahan. Ada temanku yang brebes mili loh. Kalau nangis jelek banget kan, eyeliner-nya luntur seperti rakun….
  14.  Cita-cita dapat bunga waktu wisuda keturutan juga. Thanks to Jeffrey, Dim-Dim, Emil, Mok, Widi, dan Mike. Bunga dari Widi dan Mike mengharukan sekali, bunga lili putih (salah satu bunga favoritku!), dirangkai cantik dari florist, bikin mereka harus menguras kantong. Oh iya, dapat bunga dari Papa dan sepupuku Indra juga.
  15.  Sediiiihhhhh…. karena nggak bisa ketemu dan foto sama beberapa orang istimewa waktu wisuda. Pertama, pembimbing skripsiku, Pak Nanang dan Miss Yola. Ms.Yola nggak bisa datang karena menetap di Jerman, kalau Pak Nanang nggak tau kenapa nggak datang. Kedua, Prof. Thomas, mantan dekan dan dosen yang paling aku segani. Sediiihhh…. udah cita-cita kalau wisuda pengen foto sama Pak Thomas dengan sama-sama memakai toga. Pak Thomas lagi visitasi di Unas jadi nggak bisa datang. Ketiga, Supry, sahabat selama kuliah. Dia wisuda shift berikutnya, pas dia datang aku sudah keburu pulang. Keempat, Lista, JT, Ferry, Pohong, dan teman-teman KBM lainnya yang sedang bekerja dan tidak bisa datang. Kelima, sahabat-sahabatku dari SMP-SMA. Ada yang kerja, ada yang di luar negeri. Keenam, pacar tercinta. Ya iyalah, soalnya belum punya ;p
  16.  Sirik sekaligus kagum banget sama wisudawan cumlaude pascasarjana. Alasan untuk sirik (sekaligus kagum) adalah: #1 si koko dan si cece itu ternyata pacaran, #2 mereka S2 bareng sambil bikin perusahaan bareng, #3 lulusnya 1,5 tahun dan cumlaude (IP cowoknya 3,98, ceweknya 3,97 – gile, pinter banget kan?), #4 tampang mereka sesuai dengan prestasi, keliatan smart dan meyakinkan, #5 yang cumlaude di pascasarjana ya cuma mereka berdua, jadi panggung benar-benar jadi milik berdua. Aduh, pengen deh bisa kayak gitu juga kalau S2 nanti….
  17.  Selesai upacara nggak bisa lama-lama di kampus, harus cepat pulang untuk mengejar jadwal foto di studio. Padahal belum puas foto-foto di kampus….
  18. Boneka wisuda yang aku pakai foto-foto itu sebenarnya aku beli pas pertama kali datang ke acara wisuda di kampus, semester genap tahun 2005 (wisuda ke-47). Soalnya lucu, bonekanya Forever Friend, meski kata temanku harganya kemahalan. Boneka itu juga yang menjadi motivasi belajar selama ini supaya bisa jadi sarjana. Dan sekarang sudah nggak ada lagi yang jual boneka itu waktu wisuda, hahaha….
  19. Selesai foto studio, kami sekeluarga menyerbu depotnya Bu Kris. Nggak jelas deh, ini keberapa kalinya aku makan penyet Bu Kris dalam bulan ini….
  20.  Di rumah, sebelum mandi, aku foto gila-gilaan sama adik dan sepupuku. Hasilnya? Ya kacau semua…..