Wah… sudah luama sekali saya tidak meng-apdet blog…. Lagi dalam masa super malas menulis. Beberapa kali sih sempat nulis buat blog, tapi karena nggak selesai, atau karena nggak mutu, jadi nggak jadi di upload. Tapi hari ini aku lagi memaksa diri untuk menulis lagi. Motivasinya datang dari stat blog ini yang masih lumayan oke, selain review dari beberapa pembaca yang positif tentang dragonzone.

So, gampangnya, kali ini aku bakal membahas lirik lagu yang belakangan jadi lagu favoritku. Apakah lagu itu? Pasti semuanya tau deh….

It’s all in your mind, in your mind

I don’t want to believe
And I don’t want to live
By the excuses
Of your weakness

`cause a woman should do
What she wants to do
There is no reason
For your shallow aggravation

Chorus : Nothing wrong with this dress I wear
Nothing wrong with this smile I dare
Nothing wrong with my long black hair
I’ts all in your mind, in your mind

Nothing wrong with this legs you see
Nothing wrong with this lean body
And nothing wrong with the woman in me
Its’ all in your mind, in your mind

I just want to be sure
Don’t want anymore
You’re calling out names
Oh what a shame

Just open your mind
Then maybe you’ll find
That there’s no reason
For your shallow aggravation

Back to chorus
This is the time
To change your mind
There’s still a chance
To change your mind
It’s plain to see
From anywhere that the only thing wrong
Is your irritating mind

Anggun, In Your Mind

Pertama denger lagu ini, aku suka karena nadanya yang asyik. Dan ternyata, lirik lagu ini bagus banget! Aku baru nyadar waktu beli CD specialnya Best of Anggun yang ada bonus VCD-nya. Di situ ada cuplikan wawancara dengan Anggun, di mana Anggun menceritakan tentang isi lagu In Your Mind ini.

Lagu ini sebenarnya merupakan teguran bagi para laki-laki yang suka mikir mesum pas ngeliat cewek yang seksi. Selama ini, anggapan yang beredar di masyarakat kita kan kalau ada cewek berbaju minim, lalu digoda atau dilecehkan, itu salah si cewek. Nah, Anggun pengen membalik anggapan itu dengan bilang,”Hey, it’s all in your mind guys! Bukan salah bajunya, bodinya, atau rambutnya. Tapi otak kamu aja yang mikirnya ngeres!”

Keren banget kan? I’m totally agree with Anggun. Aku ingat, dulu, pas ikut latihan kepemimpinan mahasiswa, setiap tim diminta membuat proposal program dan mempresentasikan programnya. Ada loh tim yang membuat program buat para cewek, seminar tata cara berpakaian yang baik, yang sopan. Pertanyaannya adalah, kenapa sasarannya lagi-lagi cewek??? Dan ternyata aku bukan satu-satunya penentang. Seisi ruangan pada menggempur tim ini hehehe….. waktu itu, pengen rasanya bilang,”Kenapa ga bikin seminar buat para cowok juga tentang bagaimana mengendalikan pikiran kotor waktu melihat cewek seksi??” coba waktu itu lagu ini udah populer, mungkin aku akan menggunakannya sebagai contoh.

Lagipula, kalau emang cowoknya terlalu mesum, pakai baju tertutup pun nggak menjamin keselamatan kaum perempuan loh. Aku pernah baca kalau para pria eksibisionis (orang yang suka menunjukkan alat kelaminnya ke lawan jenis demi mencapai kepuasan seksual) malah lebih suka beraksi di depan perempuan berbusana tertutup. Karena, yang bikin mereka senang adalah reaksi perempuan yang jejeritan karena jijai dan ngeri. Cewek berbaju tertutup kan identik dengan sifat konservatif, so, reaksi mereka diprediksi bakal lebih heboh dan memuaskan penderita eksibisionis itu.

Aku memandang oke-oke aja cewek berbaju seksi, asal sesuai sikon. Artinya jangan berseksi-seksi di tempat ibadah, tempat pendidikan, dan kantor. Kalau mau berbaju seksi, pakailah pada tempat yang benar. Bikini, dipakai di pantai. Rok mini, dipakai waktu dugem. Dan lebih baik lagi, kalau badannya mendukung. Meskipun, sebenernya asal PD, terserah aja sih mau pakai baju seksi biar badannya overweight. Tapi, aku sendiri bukan tipe cewek yang suka berbaju seksi. Bukan karena saya sok alim, tapi nyadar badan ga mendukung. Lagipula, I don’t like to be the center of attention, sesuatu yang tak terhindarkan ketika cewek berbaju seksi. Cuma diliatin sih nggak apa-apa, tapi kalau bikin orang mikir jorok…. hi…. menyeramkan….

Masih soal seksi, do you know ternyata pengertian ‘seksi’ di setiap budaya itu bisa berbeda, tergantung konstruksi sosial budaya itu? Misalnya nih, di budaya suku di Papua, anggota tubuh perempuan yang dianggap seksi itu bukan payudara, tapi justru tengkuk. Makanya perempuan di sana berani bertelanjang dada, karena yang seksi itu tengkuknya. Sedangkan di budaya Jawa, aku pernah baca kalau yang dianggap seksi itu kaki. Kenapa Ken Arok jatuh cinta pada Ken Dedes? Salah satu versi menyebutkan, karena waktu turun dari kereta, kain panjang Ken Dedes tersingkap dan memperlihatkan betisnya yang mulus dan bersinar. Cerita lain soal kaki seksi, di zaman kerajaan di Jawa dulu, Sultan kan suka ngeliat cewek-cewek nari tuh. Nah, dalam tarian yang biasa ditarikan di hadapan Sultan itu, ada gerakan di mana kaki si cewek menyingkapkan kain panjang yang menutupinya. Pada gerakan ini, akan terlihat kaki si cewek sebatas mata kaki. Itu aja udah cukup untuk menilai cewek itu seksi apa nggak. Konon, cewek yang seksi itu yang lekukan di mata kakinya dalam. Semakin dalam, semakin seksi. Sekarang, coba deh periksa kaki kamu, seksi apa nggak?