Jumat, 4 Januari 2008 barusan, saya menjadi pembicara seminar. Wow, keren banget, S1 aja belom udah jadi pembicara seminar? Jangan terkesan dulu saudara-saudara, ini bukan seminar beneran. Seminar mandiri adalah salah satu tahap yang harus dilalui di jurusanku sebelum mengikuti sidang skripsi. Ceritanya, kita membuat sebuah seminar yang harus dihadiri oleh dua orang dosen dan minimal sepuluh orang mahasiswa. Materinya, ya apa lagi kalau bukan skripsi yang kita tulis.

skripsi1.jpg

 Karena masih terlena oleh euforia liburan, malas banget rasanya membuka kembali skripsi yang tebal itu. Dan karena satu dan lain hal, aku baru bisa menyelesaikan powerpoint presentasi semalam sebelumnya. Ya salah satunya karena sifat perfeksionis saya. Sudah download template powerpoint tetap saja tak puas. Akhirnya poster iklan yang diteliti aku crop, dengan sedikit touch up, voila! Jadi deh background presentasi yang keren. Untuk mempercantik aku tambahkan beberapa potong frame dari iklan tersebut. Font, menggunakan font yang persis dengan tampilan iklan. Sebenarnya masih pengen menambahkan animasi dan sound, tapi batal. Selain makan waktu lama bikinnya, nanti presentasinya juga tambah lama. Apalagi kadang powerpoint suka lemot dalam menampilkan efek-efek animasi tertentu. Ada alasan sendiri kenapa aku suka heboh membuat powerpoint. Menurutku, powerpoint yang cantik bisa menutupi kelemahan kita dalam presentasi. Khususnya kalau kamu sebenarnya bukan banci tampil atau tidak pandai berbicara di depan umum.

Besoknya, jam 8 lebih dikit aku sudah berangkat ke kampus bersama Mbak Daisy. Perjalanan diiringi hujan rintik-rintik. Disambut dengan billboard Cahaya Asa gede-gede di depan kampus. Untung karena kampus sebenarnya masih dalam masa libur, parkiran jadi sepi banget. Meski begitu, tetap saja harus mengeluarkan payung untuk melindungi diri dari titik-titik air hujan. Pertama sampai di kampus, aku ikut seminar mandiri beberapa teman sambil menunggu giliran.

another great page :)Dan ada sedikit bencana pada saat file powerpoint-ku dibuka di komputer kampus. Ternyata font-nya berubah karena powerpoint kampus masih versi lama. Akhirnya dengan dibantu Mok aku menyambungkan LCD ke laptop. Problem was solved.

Cupita si moderator lantas membuka seminar dengan doa. Dan tibalah giliran saya berbicara. Groginya lumayan. Apalagi yang datang cukup banyak. Tapi ya memang itu ciri khasku. Pertama ngomong grogi, lama-lama tambah menguasai keadaan. Kata orang kalau digambarkan dengan grafik, gaya presentasiku ibarat garis diagonal yang mengarah ke samping kanan atas (/). Makin lama makin panas. Apa ini baik? Nggak juga. Yang bagus ya di awal sudah menggebrak, bisa mengatur fluktuasi (kalau stagnan juga gak seru), dan kembali klimaks di akhir.

Sebenarnya aku berharap dosen yang menghadiri seminarku adalah dosen yang killer. Soalnya, mendingan dibantai di seminar daripada di sidang mandiri. Paling tidak masih bisa tobat dan kembali ke jalan yang benar. Kemarin, ada satu dosen yang menguji kloter sebelumnya dan aku perkirakan akan menguji aku juga. Si bapak  ini termasuk dosen yang tidak sadis. Nggak tau sih kalau buat yang lain, yang jelas biasanya dia selalu baik padaku. Waduh, kok dapat bapak ini sekarang, nanti aja mestinya pas sidang, batinku.

Dan ternyata kloter sebelumku dibabat oleh si bapak. Dia menanyakan paradigma penelitian, jenis penelitian, metode-metode yang sebenarnya aku sendiri pun kurang menguasai. Waduh, jadi tambah deg-degan. Mungkin si bapak sekarang sudah agak sadis.

Begitu dia dipersilakan bertanya pada giliranku, aku sudah sport jantung. Dan memang pertanyaannya di luar dugaan. Sampai aku bingung mesti menjawab apa. Si bapak bertanya,”Apa yang anda peroleh dari penelitian ini?” Aku pikir maksudnya, apa temuannya, apa kesimpulannya. Waduh, kan tadi semua sudah aku paparkan. Apa nggak jelas ya? Tapi, bukan itu maksud si bapak. Maksudnya, sebagai seorang peneliti (cieh) apa manfaat penelitian ini buat aku sendiri. Dia juga bertanya, kendala apa saja yang aku dapati dalam prosesnya.

Jawaban jujur (terutama untuk pertanyaan kedua): BUANYAAAAKKKK PAK!!!!! Tapi jaim dikit lah. Dengan lagak cool aku menjawab, berkat penelitian ini wawasanku bertambah sangat banyak. Karena kendala yang dihadapi adalah kurangnya wawasan dan pengetahuan pada awal penelitian ini. Si bapak lantas bertanya, berapa lama aku mengerjakan skripsi ini. Setelah memberi masukan, di akhir dia berkata,”Saya respek dengan isinya.” Hiks, pengen nangis aja rasanya. Seneng banget. Penonton langsung bertepuk tangan. Semoga deh sidang skripsi nanti aku diuji si bapak lagi….

Sidang skripsiku akan digelar pada hari Jumat, 11 Januari 2007, pk.14.00. Termasuk paling telat dibanding teman-teman yang rata-rata akan sidang hari Senin-Rabu. Kata teman-temanku, aku yang paling telat lulus. Hahaha… tapi keren kan, ada lagunya (Sebelas Januari…… lagunya Gigi). Mohon doa restunya saudara-saudara. Kalau bisa datang lebih baik lagi…. c ya….