Aura cerah merebak di gedung C hari ini?Tidak juga.

Tidak semua gembira, tidak semua tertawa. Ada beberapa kawan, yang tidak bisa mengumpulkan skripsinya. Entah karena pembimbing tidak menyetujui, karena tidak berhasil menyelesaikan skripsinya, ada juga yang karena datanya hilang total tanpa sempat di-back up.

Seorang teman yang sudah lama missing in action, menuai kemarahan dari pembimbing dan tidak bisa mengumpulkan skripsi. Ia bahkan harus mengulang tahap kolokium karena telah melampaui batas maksimum pengerjaan skripsi selama dua semester. Aku harap, temanku ini bisa belajar dari kesalahannya yang dulu dan berhasil menyelesaikan skripsinya dengan baik.

Di sisi lain, berhasil mengumpulkan skripsi juga belum tentu membawa kegembiraan. Selasa lalu, aku bertemu seorang rekan seperjuangan di kampus. Papanya terserang stroke sehingga ia harus menjaganya di rumah sakit. Esok harinya, Papa temanku ini meninggal dunia. Di tengah duka, ia harus mengurus administrasi dan persemayaman, tentu saja tanpa meninggalkan kewajiban skripsi dan sidang magang. Aku salut dengan temanku ini. Aku berdoa agar ia dan keluarganya diberi kekuatan dalam mengatasi cobaan ini. Aku percaya, ada rencana yang indah di balik semuanya itu.

Seorang temanku bersitegang dengan pembimbingnya. Sampai hari ini, meski ia berhasil mendapat persetujuan untuk mengumpulkan skripsi, ia merasa belum sepenuhnya lega. Ia berharap bisa berekonsiliasi dengan sang pembimbing. Semoga saja harapannya ini terkabul. Bagaimanapun, sesuatu yang dimulai dengan baik, akan lebih indah bila diakhiri dengan baik pula.

Yang paling gila mungkin seorang sahabatku yang baru fotokopi tujuh rangkap (padahal skripsinya sekitar 100 halaman) mulai pk.09.30 di Tenggilis, baru pk. 11.00 jalan menuju kampus dan di jalan mobil teman yang mengantarkannya ditabrak mobil box dari belakang. Alhasil begitu sampai malah aku yang lari dengan membawakan satu dus penuh skripsinya yang berat itu menuju Tata Usaha. Untunglah masih bisa diterima pada akhirnya. Fiuh…. Aku sudah mengancam akan memutuskan pertemanan kami kalau sifat last minute-nya ini terus dipelihara karena itu membuat jantung teman-temannya ikutan mau copot semua.

Aku berterima kasih pada Tuhan karena aku berhasil mengumpulkan skripsiku dengan baik. Tapi aku juga bersimpati dengan nasib teman-temanku di atas, terutama yang belum berhasil mengumpulkan skripsi atau masih bermasalah. Teman-teman, tetap semangat ya! Percaya bahwa kalian bisa mengatasi semuanya dengan baik!