Baru sekitar dua mingguan ini aku intens menonton tayangan Seleb Dance di ANTV. Sepertinya acara ini diilhami acara sejenis yang tayang di TV Amrik sono. Ya maklum lah, kan ANTV sudah diakuisisi sama Mbah Rupert Murdoch, jadi sah-sah aja kalau acaranya diadaptasi dari kakaknya di negara lain. Dan positifnya lagi ANTV yang dulu sudah sekarat sekarang tampilannya mulai cantik kembali. Walaupun sebenarnya sayang juga stasiun televisi pun sudah mulai disuntik investor asing. Padahal kalau menurut UU PMA zamannya Bung Karno perusahaan media massa kan termasuk bidang usaha yang tertutup bagi suntikan modal asing.

Ya sudahlah, kembali ke laptop, ngomongin soal Seleb Dance. Menurutku acara ini cukup oke dan bisa jadi alternatif hiburan yang menyenangkan. Seleb Dance juga mempopulerkan seni tari yang sejauh pengamatanku jarang ditampilkan di TV sebagai suguhan utama. Biasanya kan tetarian hanya tampil sebagai pemanis saat seorang penyanyi beraksi di atas panggung, eh sekarang fokus malah dialihkan ke penari dengan penyanyi sebagai pengiring. Semoga saja deh acara ini sukses membuat orang kembali melirik seni tari sebagai main course dan bukan sekadar side dish atau malah garnish.

banner530.jpg

Yang oke lagi, Seleb Dance juga menghadirkan kaum adam sebagai penari, meski tetap saja berpasangan dengan kaum hawa. Mungkin maksudnya supaya tambah heboh karena bisa mengangkat kisah cinta para pasangan tari tersebut sebagai pelengkap. Tetapi, dengan memaksa cowok-cowok macho turun ke lantai dansa, secara nggak langsung SD juga membawa pesan bahwa praktik menari bukan hanya untuk cewek. Rudy Wowor, salah satu juri SD sendiri juga pernah bilang kalau penari cowok profesional di Indonesia masih langka. Soalnya, menari sering diidentikkan dengan gerakan gemulai milik perempuan sehingga cowok menari jadi terkesan kemayu dan kurang macho. Padahal Chris John yang petinju aja bisa menari dengan luwes (sayang Chris John nggak bisa ikutan terus karena mau tanding, idolaku gitu loh). Jadi nggak ada relevansinya antara menari dengan gender kan?

Aku juga suka dengan figur para juri khususnya Om Rudy Wowor. Gile, aku ngefans banget sama juri yang satu ini. Aku suka kejujurannya dalam memberi penilaian. Om Rudy menilai murni berdasarkan apa yang dilihatnya dan bukan berdasar pertimbangan kemanusiaan (ah kasihan, mereka sudah usaha mati-matian…. pasangannya lagi sakit tuh…. udah tua jadi wajar kalau nggak bisa….). Dari komentarnya kelihatan kalau Om Rudy benar-benar mengerti seni tari hingga ke akar-akarnya. Venna Melinda dan Denny Malik juga cukup berkualitas, meski Venna sering terlalu murah hati dalam menilai. Kadang-kadang ada juri tamu seperti Vicky Burky, Annisa Bahar, sampai Ronald Extravaganza.

Tak ada gading yang tak retak, sebagus-bagusnya SD masih ada aja kekurangannya. Aku nggak setuju dengan sistem penilaian yang fifty-fifty antara jumlah nilai juri dengan jumlah perolehan SMS. Menurutku adanya polling SMS hanya untuk mengeruk laba saja supaya ANTV nggak bangkrut. Lagian aku sudah amat sangat jera dengan polling SMS karena sering membawa hasil yang tidak memuaskan. Kandidat yang bermutu malah tersisih karena SMS-nya kurang. Ini sudah terjadi di SD dengan dieliminasinya pasangan Kinaryosih dan Wawan. Pasangan Pong dan Rini yang mendapat nilai kurang baik dari juri malah selamat berkat dongkrakan SMS.

Lagipula, hasil polling SMS SD sangat mencurigakan. Pasangan Steven dan Angel Karamoy selalu menduduki peringkat jawara. Padahal tarian mereka jauh dari oke. Mungkin hasil ini bisa dimaklumi kalau Angel Karamoy itu sangat populer di masyarakat. Tapi kayaknya kemungkinan itu juga ganjil karena Angel nggak segitu seringnya nampang di televisi. Pikiran terburukku, hasil polling mereka tinggi karena Steven mati-matian mengerahkan dukungan dengan modalnya yang tebal itu.

Soal Steven-Angel, mereka adalah pasangan yang paling bikin aku emosi. Kalau sekadar tarian yang jelek sih biasa, tapi sok pamernya itu yang nyebelin. Rasanya se-Indonesia juga sudah tahu kalau Steven sudah bertunangan sama Angel dengan cincin pertunangan berlian. Ngapain di episode kemarin Steven memberi Angel sebuah cincin berlian gede lagi? Empati dikit dong sama mayoritas rakyat kita yang boro-boro beli cincin, buat makan sehari-hari saja masih susah. Aku bukan anti kemapanan atau apa sih, tapi aku nggak suka aja kalau orang pamer kekayaan di depan publik. Kasih cincin tanpa disorot kamera kan bisa.

Bandingkan dengan Wawan yang begitu polos dan tulus memberi Kinar seuntai kalung berliontin hati. Hadiahnya mungkin sangat sederhana dan hareee geneee ngasih liontin yang bisa dimasukin foto? Tapi, aku melihat figur Wawan yang begitu grateful bisa berpasangan dengan Kinar. Wawan memang selain jago tari (basic-nya jazz ballet lagi), juga sangat sederhana. Di acara Seleb Dance Curhat dia pernah bilang pengen ngajak teman-temannya di SD jalan-jalan bareng setelah SD berakhir. Tulus dan polos banget. Wawan juga sangat yakin dengan mimpinya menjadi dancer profesional. Sementara Mario Lawalata yang ganteng itu juga dengan penuh perhatian memberikan sekotak gede coklat pada pasangannya, Imaniarty yang nggak doyan makan. Aku lihat Wawan dan Mario benar-benar memberi dengan tulus, nggak sekadar pamer meski sama-sama disorot kamera. Lagian Mario Lawalata sejak dulu memang idolaku, aku ngefans sama dia sekeluarga (Reggy -maminya, dan Oscar -kakaknya, orang top semua!).

Yang perlu dicatat juga, acara Seleb Dance Gala itu nggak LIVE!!! Perhatiin deh, nggak ada kode LIVE di layar, dan cuplikan-cuplikannya sudah bisa dilihat sebelum acara berlangsung. Jadi pasti udah selesai syuting kan? So, kapan dong hasil polling SMS itu diperhitungkan? Nggak jelas kan? Ketika kita menonton Seleb Dance Gala, hasilnya sudah ada karena sudah selesai syuting. Buat apa dong kita susah-susah SMS kalau nggak ketahuan kapan dihitungnya? Tidak seperti Indonesian Idol misalnya, yang jelas live jadi selama acara berlangsung kita bisa SMS. Karena nggak live, kita juga nggak bisa sok fair dengan ngirim SMS buat pasangan yang tampil oke malam itu. Soalnya ya itu tadi, SMS kita sudah dihitung jauh sebelum acara berlangsung! Kalau kita SMS pas Seleb Dance Gala, hasilnya baru akan berpengaruh minggu depan!

Dan aku juga kurang suka sama presenter ceweknya si Julia Perez! Soalnya suka sok seksi! Please deh Jupe, ga perlu deh monyong-monyongin bibir gitu! Biasa aja malah lebih oke…… Sebenarnya kalau dandanan dia lumayan, sayang attitude-nya kurang menyenangkan….

Nah, untuk selanjutnya, aku harap pasangan Steven-Angel segera didepak dari SD. Om Pong dan Rini memang tariannya ngaco, tapi aku masih lebih sebal sama Steven-Angel. Om Rudy sendiri bilang kalau sampai Steven-Angel dan Pong-Rini yang masuk final, dia bakal striptease saking keselnya hahaha…. Setelah itu, kalau diminta memilih pasangan terbaik, aku bingung deh. Sejauh ini sih aku suka dengan Rasti-Lucky dan Mario-Imaniarty, tapi Surya-Chintya juga nggak jelek. Wah, milih siapa ya? Tapi Mario paling ganteng hahaha…. -> anyway, biar ngefans juga, ga bakal SMS ya ANTV…. udah kapok sama polling SMS…. lagian pollingnya nggak jelas gitu….