Pagi ini seperti biasa aku ke gereja. Karena berangkatnya mepet dan naik becak (males bawa mobil, ribet parkirnya hehehe…), alhasil gerejanya sudah penuh dan aku dapat duduk di deretan paling belakang. Tapi kan kata Tuhan Yesus yang terbelakang akan menjadi yang terdahulu, jadi nggak apa-apa hehehe….

Di sekitar tempat dudukku ini banyak banget anak kecil. Persis di bangku depanku, ada ibu dengan tiga anaknya, cowok-cowok, kecil-kecil. Terus di belakang lagi tempat orang-orang yang duduk di kursi plastik, ada ibu dengan dua anaknya. Di sebelah kanan depanku juga ada anak-anak. Pokoknya dikelilingi anak kecil gitu deh!

Ini Timmy, bayi domba di Shaun The Sheep… nakalnya amit-amit, untung dia kiyut… I love Timmy anyway… ada yang mau ngasih aku bonekanya buat kado ultah? :pSebenarnya aku suka sama anak-anak, dengan catatan GEDE : ASAL GA NAKAL! Tapi yang tadi pagi itu tuh…. tobat deh…

Anak yang di belakang, cewek, kira-kira 1 tahun lebih, ya ampun, dari awal misa jejeritan melulu. Kalo aku jadi maminya mungkin udah aku tabok deh *tega ya? tapi belum tentu tega sih kalau bener hehehe*. Terus yang di depanku relatif ga rame sih, tapi kok maminya ngasih anak-anaknya makan di gereja sih? Dan yang di seberang kanan kiri juga balapan nangis keras-keras, maklum anak kecil, suka ga terima kalau suara nangisnya kalah keras sama yang lain. Not to mention seorang bapak-bapak yang hampir setiap minggu aku lihat sibuk mengejar anaknya yang lari-lari di gereja *tadi si bapak absen lari-lari tuh, mudah-mudahan karena anaknya insyaf*.

Aku ga mau ngejudge ortunya sih.. walau menurutku, ngasih makan anak di gereja biar anaknya diem itu bukan solusi… tar jadi kebiasaan sampai besar… dan kenapa juga ortu yang anaknya jejeritan ga mau bawa anaknya keluar gereja aja, kan mengganggu ketertiban tuh… (tapi mungkin mereka pengen tetap ikut misa, jadi ya pasrah kali….)

Dan walau konsentrasiku ikut misa cukup terganggu, sampe kepalaku pusing karena berusaha mendengarkan omongan romonya tanpa bisa menghalangi kupingku menangkap noise-noise itu, aku juga ga nyalahin anak-anak itu. Salahku sendiri siapa suruh malamnya ga mau tidur lebih cepat, sudah tau belakangan susah tidur, makanya pagi-pagi bangun kurang seger jadinya.

Yang pengen aku garisbawahi di sini adalah susahnya jadi orang tua. Maksud hati ingin ikut misa dengan tentram, apa daya anak belum mengerti. Mau ditinggal di rumah, mungkin ga ada yang jagain. Aku sendiri pernah mengalami susahnya menenangkan sepupuku yang masih kecil waktu ke gereja bareng. Biasanya sih aku boongin, aku bilang,”Ayo jangan ribut, dengerin kata romonya, tar kalau mau keluar gereja dites dulu loh, kalo ga bisa jawab ga boleh keluar sama romonya….” *misa kok bikin dosa hahaha -> mungkin bisa dicoba ibu-ibu?*

Memang, ga bisa dipungkiri bahwa peranan ortu dalam mendidik anak juga sangat besar pengaruhnya terhadap sikap si anak. Contoh nih, sepupuku itu relatif tenang di gereja kalau dibandingkan anak-anak tadi. Pernah juga pas ke gereja di Denpasar, aku lihat ibu dengan enam (ya, enam!) anaknya, kecil-kecil, cowok semua, dan semua bisa anteng di gereja. Ibu itu bahkan tidak perlu bantuan suami atau suster untuk mengatur anak-anak itu (kebetulan waktu itu suaminya ga ikut). Kagumnya lagi, cerita mamaku, pernah pas Uskup dalam khotbahnya bercerita tentang minimnya jumlah orang yang bersedia menjadi pastor, si ibu dengan sukarela mengantar keenam anaknya untuk didoakan, siapa tau kelak terpanggil *terharu aku, ibu langka nih*.

Mama papaku sendiri menurutku juga termasuk tipe ortu yang sukses menangani anak-anak. Dan mungkin memang pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalau pas ke gereja sama ortuku, mereka bisa menangani anak-anak yang rame itu dengan baik loh. Papaku cuma perlu mendelik dikit, si anak langsung diem. Tapi selesai misa biasanya Papa lantas membelai-belai anak itu supaya ga takut, plus dikasih permen sama mamaku.

Ga cuma di gereja aja. Pernah nih pas kita makan di luar, ada ibu-ibu yang ribet sama dua anaknya. Anak pertama nakalnya bukan main, jejeritan gitu. Anak kedua masih bayi, jadi si ibu ribet mendiamkan anak pertama sambil momong anak kedua, ga bisa makan jadinya. Memang sih dia bawa tantenya, tapi tantenya juga ga bisa berbuat banyak. Akhirnya mamaku menawarkan diri menggendong anak keduanya. Tuh baby langsung tidur dengan pulasnya dan si ibu sangat berterima kasih. Lucunya, anak pertamanya ga terima karena disangka adiknya mau diculik hahaha….

Jadi, kesimpulannya, senakal-nakalnya anak, kalau ortunya bisa menemukan cara untuk mengatasinya, pasti beres kok. Dalam kasus anak-anak di gereja ini, menurutku sebaiknya ortu mereka mengenalkan makna misa sejak sebelum anaknya diajak ke gereja. Atau anaknya diikutkan sekolah minggu kalau udah cukup umur. Kerja sama mama dan papanya juga penting, aku lihat selama ini sih pasangan-pasangan di gerejaku cukup kompak, ga cuma mamanya yang momong anak, papanya juga berpartisipasi. Bagus nih menurutku.

Aku juga jadi mikir, ih, jangan pengen cepat-cepat jadi ortu deh kalau belum siap. Tanggung jawabnya berat banget. Kalau di usia muda, ada teman yang berani memutuskan untuk menikah dan punya anak, aku sih salut, kalau dia benar-benar bisa tanggung jawab dengan keputusannya itu. Aku sendiri sih ga siap banget! Dulu pas sepupuku merit di usia 21 aku ketakutan karena semua orang berpikir I’m the next one (karena kalau diurutin menurut umur memang begitu). Untung mama papaku dengan sangat pengertian mengatakan pada semua orang bahwa anaknya hanyalah gadis manja yang lebih senang ikut ortu daripada menikah muda. Fiuh… lega deh🙂 Gile aja kalau aku disuruh seperti sepupuku, menikah muda dan melahirkan secara alami di umur 22… hi… ngebayangin aja ngeri… Dan walau aku sering momong sepupuku waktu kecil, karena cuma sepupu jadi kan bisa ditinggal kalau bosen, lha kalau anak kandung?? Ooo….

Nah terakhir buat teman-teman, aku mau tanya nih:

  1. Pernah gak ngalamin kejadian seperti di atas (ngeliat anak yang amit-amit nakalnya)?
  2. Menurut teman-teman, apa yang harus dilakuin ortunya untuk mengatasi anak seperti itu? Ataukah salah ortunya tidak bisa mendidik anak maka anaknya jadi nakal?
  3. Merasa siap ga nih kalau jadi ortu di usia sekarang?

Jawab ya guys…. hehehe….