Sejak kecil aku memang nggak kenal game playstation, nintendo, sega, dan sejenisnya. Soalnya, ortuku memang tidak pernah memperkenalkanku pada game-game tersebut. Mainan yang mereka belikan adalah boneka, mini cooking set, ya jenis-jenis itu lah. Di luar itu ketika aku punya adik, aku lebih sering main sama adikku dan teman-teman imajiner kami (yeah, we have lots, sampai sekarang pun rasanya sulit berpisah dari mereka -> kapan dewasanya nih? ;p).  Kalau nggak main, aku menggambar, membaca (thanks Mom for the good books), jalan-jalan, pokoknya aku bisa hidup sangat bahagia tanpa game.

Pertama kali kenal game, adalah waktu aku mulai belajar komputer. Game-nya ya game standard windows macam Solitaire, atau education games yang disediakan di sekolahku tercinta. Biasa aja, gak segitu nyandu, apalagi waktu aku berkenalan dengan internet. Aku lebih memilih chatting dan browsing daripada nge-game. Tapi, kalau lagi main ke rumah salah satu tanteku, aku cukup terbius oleh koleksi game-nya. Game-nya lucu-lucu, seperti Dr.Jones, Larry, The Sims, ya tipe-tipe game yang memungkinkan kita mengatur-atur kehidupan tokoh-tokohnya.

Aku jadi lumayan maniak game justru setelah kuliah. Mungkin karena pengaruh teman-teman di kampus juga. Di kampusku kan tersedia banyak komputer, baik di laboratorium maupun pusat komputer yang bisa dimanfaatkan buat nge-game. Tapi, aku nggak pernah menyentuh game online kayak Counter Strike, Ragnarok, or DotA (takut kalau aku tergila-gila dan jadi nyandu berat – imanku bahkan cukup teguh untuk nggak ikut main saat terpaksa menemani temanku semalaman di warnet dengan game online). Kegilaanku ngegame ini cukup membuat salah satu temanku gemas. Kebetulan waktu itu kita sama-sama aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Aku ingat, dia pernah menyindirku, karena aku selalu beralasan gak cukup waktu untuk membereskan urusan organisasi kami, tapi dia sering memergokiku sedang ngegame dengan komputer kampus. Akhirnya pada suatu malam dia meneleponku dan tebak apa yang sedang dia lakukan pada saat yang sama? Main game Zuma Deluxe, yang sedang aku gilai saat itu.

Tahun berikutnya, waktu aku ikut organisasi lain yang punya komputer di ruang sekretariatnya, aku memelihara game-gameku di sana. Padahal komputer itu sangat mengenaskan, spesifikasinya ancur dan lambaaaatttt banget. Bayangin gimana tersiksanya dia dijejali game-gameku. Tapi, berkat gameku juga ruangan itu selalu ramai. Soalnya, game yang aku pelihara adalah tipe Insaniquarium yang cute itu. Itu loh, game memelihara ikan yang bisa mengeluarkan kepingan uang. Ikan-ikannya lucu-lucu, dan di level tertentu ada alien-alien yang berusaha memakan ikan-ikan itu. Di sana serunya, karena reaksi setiap pemain pada saat alien itu tiba berbeda-beda. Ada temanku yang emosional, dia pasti misuh-misuh saat berjuang menyelamatkan ikannya dari alien. Ada yang tipe lemah-lembut, cuma bisa bilang, “Duh, aliennya mbencekno (nyebelin-red)”.

Kisah seru lain dengan game adalah waktu jadi panitia P3K Maba (masa orientasi mahasiswa baru). Waktu itu, panitia menginap di kampus, dan, karena divisiku membutuhkan komputer, kami membawa beberapa komputer ke kamar tempat kami menginap. Komputer yang tentu saja isinya juga game. Sebagai koordinator divisi yang gila game, aku jadi sangat toleran kalau anggota divisiku ngegame. Asal, pekerjaannya juga selesai. Aku sendiri, sering ngegame kalau lagi suntuk. Nah, suatu hari, aku lagi tiduran sementara beberapa anggota bermain game komputer dengan menggunakan joystick. Saat itulah sang ketua umum mengadakan sidak dan menangkap basah perbuatan mereka. Malamnya, saat rapat dengan para koordinator divisi, dia mewanti-wanti kami untuk memperingatkan anak-anak yang ngegame itu. Untung deh, waktu itu aku tiduran, jadi disangka aku lagi tidur dan nggak tau kelakuan para gamers. Andai dia tahu kalau sebenarnya aku sendiri juga gila game……

Tipe-tipe game favoritku adalah game puzzle, words, tycoon, dan game-game semacam Diner Dash, Pizza Frenzy, Cake Mania. Kalau ditanya, yang mana favoritku, susah jawabnya. Karena kadang kalau sudah stuck, aku jadi malas main game itu. Jadi, game-ku selalu ganti-ganti. Tapi, kadang, aku bisa CLBK (cinta lama bersemi kembali) sama sebuah game lawas. Kalau sekarang sih, karena lagi skripsi (dan mungkin karena kedewasaan yang -sedikit- bertambah), aku nggak segila dulu main game-nya (walau kadang lupa waktu juga sih).  Gameku juga lama-lama, nggak ada yang baru, karena aku menghindari membeli CD game (baca: menghindari godaan). Kalau sekarang sih, game yang ada di top list-ku (meskipun ada yang udah jarang aku mainin) adalah…..

1. Diner Dash 2! Dalam game ini, kita berperan jadi Flo, cewek yang membantu teman-temannya mengelola restoran mereka. Bila kita berhasil melewati satu level, kita bisa meng-upgrade penampilan resto tersebut. Itulah yang membuatku terobsesi menjadi expert di setiap level (soalnya kalau expert, pilihan upgradingnya nambah satu). Saran buat yang suka game ini, manfaatkan podium untuk menyenangkan klien yang menunggu. Sebaiknya jangan layani terlalu banyak klien, dan lakukan pekerjaan yang sama secara beruntun untuk mendapat poin combo. Dan,sekarang udah ada Diner Dash 3 di yahoo games, si Flo bisa ganti baju di game ini!

2. Chuzzle Deluxe, ini game yang lucuuuu banget. Kita harus menggeser letak bulu-bulu warna-warni, kalau berhasil mengumpulkan 3 atau lebih bulu dengan warna yang sama, zap! bulunya ilang deh! (dan kita dapat poin). Tapi kalau kelamaan mikir, bulunya dikunci jadi nggak bisa digeser.

3. Cake Mania, ceritanya cewek yang ngebantu oma-opanya jualan kue. Seru deh, tapi ribet, mesti bikin kue yang sesuai request pembeli – mulai dari bake, ngasih glazur, sampai menghias kuenya. Kadang pembelinya bikin BT – kayak si kelinci Paskah, businessman, sampai anak kecil yang ngambekan.

4. Typershark! Kita harus ngetik sesuai dengan huruf yang tertera di badan ikan hiu supaya kita selamat dan nggak dimakan sama hiu itu.

5. Coffee Tycoon, ini ada di komputer adikku di Bali sono. Ceritanya kita lagi buka kedai kopi gitu. Tipe-tipe game tycoon gitu lah….

6. Lemonade Tycoon 2 – game tycoon juga, jualan limun. Edisi kedua lebih seru karena bisa punya banyak kedai di mana-mana.

7. Insaniquarium – tetep…. – kadang suka kangen sama game ini, walaupun adanya di komputer adik. Lucu sih. Game ini sukses bikin adikku bertengkar sama sepupuku. Soalnya setiap kali sepupuku main, giliran aliennya keluar dia minta adikku yang beresin. Kalau adikku gagal, dia marah-marah. Hahaa…..

8. Mahjong – turunan kali ya. Ini game kesukaan leluhur, bedanya dulu mereka main secara live, sekarang aku main lewat komputer.

9. Bounce Out Blitz – generasi terbaru Bounce Out- lebih seru dan tampilannya lebih apik.

10. Cosmopolitan Makeover – game lamaaaa banget! Seru, kita bisa masukin foto kita, terus pasangin sama haircut dan make up yang mereka sediakan. Tapi karena aku mainnya jaman dahulu kala ketika kamera digital belum booming, aku main pakai foto model-model yang tersedia di game ini.

Ya gitu deh ceritaku bersama game komputer. Kalau kamu, suka game apa?