Setelah menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di TP, SMS dari Fandy datang juga. Dia mengajak kami bertemu di rumahnya saja. Maka kami langsung menuju ke mobil dan meluncur ke rumah Fandy.

Berfoto di rumah Fandy ^^

Sedang berputar-putar mencari nomor rumahnya, kami berpapasan dengan mobil yang membawa Fandy. Ber-polo shirt hijau dengan celana jeans dan sneakers yang dipakainya pada saat show, Fandy terlihat ceria bisa pulang ke rumah setelah setengah tahun berdomisili di Jakarta. Disambut oleh sang bibik penjaga rumah, Fandy segera memasuki kamar yang sudah begitu lama tidak ditempatinya. Dengan antusias dia menanyakan kabar teman-teman yang tidak hadir malam itu. Dia juga mengulangi ucapan terima kasih atas dukungan kami selama ini, yang sebenarnya selalu disampaikannya via SMS setiap minggu seusai Result Show.

Kerinduan kami mendengarkan Fandy menyanyi secara live tanpa iringan musik tercapai saat idola kita ini mandi. Fandy ternyata tetap seorang Fandy Santoso yang kami kenal, yang karir musiknya dimulai di kamar mandi. Kebiasaan lamanya juga masih dipelihara, yaitu tidak pernah menyanyikan satu lagu hingga selesai. Seusai mandi, Fandy mengenakan kaos hitam dipadu jaket coklat bergaris-garis lebar dan jeans.

Fandy bagi-bagi tanda tangan nih….Setelah foto-foto di rumah Fandy, kami berencana pergi ke Pakuwon Trade Center (PTC) untuk makan malam dan menemani Fandy yang ingin membeli baju dan sepatu. Sebelum pergi, Fandy menyempatkan diri menyapa warga di sekitar rumahnya. Tentu saja sekarang keadaannya berbeda. Fandy didaulat menandatangani setumpuk kertas untuk anak-anak kecil para penggemarnya.

Melihat Fandy sibuk membagi tanda tangan, saya jadi ingat cerita seorang teman. Waktu jalan-jalan di Jakarta, tanpa sengaja dia bertemu Fandy yang dengan gembira menyapanya. Walau sudah jadi selebritis, Fandy tidak segan menyapa kenalannya duluan. Warga sekitar rumahnya tidak perlu berjubel mendatangi rumah Fandy, dialah yang lebih dulu mendatangi mereka. Jadi kalau dulu kami bermimpi-mimpi bisa menyapa artis, sekarang kenyataannya melebihi harapan. Si selebritis yang duluan menyapa kami. Jadi berasa seleb, hahahaa….

Fandy juga masih setia dengan tugas lamanya sebagai divisi transportasi (Fandy beberapa kali menjadi anggota divisi transportasi dan akomodasi dalam kepanitiaan kampus). Tanpa canggung dia mengemudikan mobil milik teman kami, bahkan sempat ngebut sedikit. Sempat lupa jalan menuju PTC, dengan sedikit instruksi Fandy sudah ingat lagi.

Di jalan, kami banyak mengobrol. Fandy menanyakan kabar kami satu persatu, siapa yang sudah lulus, siapa yang masih jomblo, bagaimana keadaan kampus sekarang, dan seterusnya. Walau sudah lama di Jakarta, dia masih akrab dengan bahasa Suroboyoan dan logat Madura khas warga Jember. Fandy berkisah, dia sudah menyewa tempat kos di Jakarta karena masih banyak order menyanyi di sana. Dia mengungkapkan harapannya untuk membuat album sendiri. Keinginan lain, adalah segera menyandang gelar sarjana komunikasi. Bagaimanapun baginya, pendidikan masih tetap penting, apalagi sebenarnya Fandy hanya tinggal mengambil beberapa mata kuliah dan skripsi saja. Makanya Fandy sempat menanyakan kemungkinan menjalani kuliah via internet.

Oh iya, Fandy juga bercerita tentang pertemuannya dengan Miss Yola, dosen kami, yang menonton shownya di Sarbini sebelum bertolak ke Jerman. Ms.Yola memang akan tinggal di Jerman karena dia menikah dengan pria asli negeri Tembok Berlin itu. Fandy sangat terkesan ketika Ms.Yola bilang,”Fan, aku bangga sama kamu, aku bangga jadi dosenmu.” Malam itu, di panggung Sarbini usai Result Show, keduanya berpelukan sambil meneteskan air mata perpisahan.

Tak terasa, kami pun tiba di PTC. Saya sempat khawatir insiden Ma’il dikejar massa di TP terulang dengan kehadiran Fandy di PTC. Untungnya tidak. Tapi Fandy tetap dikenali saat berbelanja. Para penjaga toko dengan blak-blakan menyapa,”Ini Mas Fandy yang di Indonesian Idol itu kan? Mas ayo nyanyi Mas… Kok lebih gendut daripada di tivi ya Mas? Kok lebih cakep di tivi?” Hahahaha… kenyang juga idola kita ini di-‘cela-cela’. Padahal,dibandingkan saat pertama mengikuti Indonesian Idol, beratnya Fandy sudah turun sekitar 4-5 kilo lho….

Berfoto seusai dinner

Walau rencananya Fandy yang belanja, kami para cewek tidak mau ketinggalan. Tapi Fandy tergolong cowok yang cukup sabar menunggui cewek yang sibuk mencoba-coba baju. Kelar belanja, kami mengisi perut yang keroncongan di Top Noodle. Fandy memesan seporsi mie dan teh tawar hangat (tidak minum es, maklum penyanyi). Restoran itu jadi heboh karena kelakuan kami yang sibuk berfoto-foto. Kami hanya terlihat khusyuk pada saat berdoa bersama sebelum makan. Begitu bill datang, belum sempat kami mengeluarkan dompet, tagihan itu sudah dilunasi oleh Fandy. Ditraktir teman sih biasa, tapi kapan lagi ditraktir Indonesian Idol, ya nggak?

Perjalanan kami menuju tempat parkir disemarakkan dengan suara si radio berjalan. Fandy menyanyikan lagu ‘Salahkah’. Masih asyik menikmati suaranya, dia sudah berkomentar,”Eh, lagu ini enak yo waktu dinyanyiin Wilson?” Fandy juga bercerita bahwa Minggu besoknya dia diminta Gereja Mawar Sharon Pusat untuk memberi kesaksian dan pelayanan. Dengan mantap dia menyanyikan sedikit salah satu lagu rohani favoritnya,”Selidiki aku… lihat hatiku….”

Malam minggu bersama Fandy pun berakhir sudah. Senin ini kami masih bisa bertemu dengan dia sebelum dia pulang ke Jember dan akhirnya kembali ke Jakarta. Di hati kami terselip harapan, semoga keikutsertaan Fandy sebagai finalis Indonesian Idol 2007 bisa mewujudkan harapannya menjadi penyanyi profesional. Semoga akhir acara Indonesian Idol 2007 tidak menjadi akhir pula bagi karir Fandy, melainkan justru menjadi awal yang baru baginya. Dan yang paling penting, meski ada embel-embel ‘Idol’ di belakang namanya, Fandy tetaplah Fandy Santoso teman kami, yang suka makan pecel dan penyetan Bu Kris, yang suka nyanyi sepotong-sepotong, yang logat Jembernya kental, dengan suara tawanya yang khas dan kesehariannya yang selalu ceria. Cia yo Fandy… doa kami semua selalu menyertaimu….

NB: Foto-foto bersama Fandy menyusul ya, masih di kamera teman saya nih. Dan buat fans-nya Fandy yang sudah kasih komentar di post tentang Fandy, post tersebut beserta komentarnya akan saya print untuk Fandy. Fandy mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian semua. Tetap dukung Fandy ya….

update terakhir….. foto sudah bisa dilihat di atas… dan posting tentang Fandy di blog ini sudah diserahkan untuk Fandy. Dia terharu banget loh dengan dukungan fans-fansnya….. Thanks ya guys….