Sebenarnya aku sudah bertekad nggak nge-blog dulu sampai skripsiku kelar. Tapi karena kejadian ini so special, jadi pengen cerita di blog deh…. sekalian mengobati kerinduanku untuk nge-blog. So, as usual, happy reading!

Ditraktir makan di kafe, itu sih biasa. Menemukan bahwa bill kita sudah dibayar lunas oleh rekan di meja seberang, mungkin juga wajar-wajar aja. Masalahnya kalau bill sudah terbayar tanpa kita kenal siapa yang membayar (bahkan setelah waitress menyebutkan namanya), baru sekali ini aku alami.

Ceritanya seperti biasa, setiap bulan jurusan Manajemen Perhotelan di kampusku membuka kafe dengan tema tertentu. Praktek membuka kafe ini adalah bagian dari salah satu mata kuliah mahasiswa. Jadi mereka (mahasiswa jurusan perhotelan yang mengambil mata kuliah tersebut) diminta bekerja dalam beberapa kelompok untuk membuka kafe, setiap kelompok akan mengelola kafenya selama satu bulan. Aku termasuk rajin mengunjungi kafe itu setiap berganti, entah karena penasaran atau karena kebetulan temanku yang lagi praktek.

Nah, tema kafe kali ini adalah Thailand. Jadi nama kafenya Kam Poeng Thai. Jumat minggu lalu aku pertama kali berkunjung ke sana bersama Bang Donny, juri lomba CP Award yang diadakan jurusanku, dan teman-teman lainnya. Makanannya cukup enak, dessertnya yummy, dan minumannya segar.Bukan promosi atau usaha menjilat temanku yang lagi praktek di sana lho, soalnya kafe kali ini memang benar-benar memuaskan bagiku.

Ini lagi foto bareng di Kam Poeng Thai, abis maem hari Jumat lalu…

Selasa minggu ini, aku kembali makan di sana bareng temanku Supry. Bersama Supry ini aku punya banyak cerita di kafe perhotelan. Dulu setiap bulan kita rajin makan bareng di kafe ini untuk merasakan suasana yang baru. Ide film pertamaku lahir di kafe ini berkat cerita serunya Supry. Kita pernah ketawa ngakak bareng karena menonton film yang super lucu di kafe ini (tentang Terminator yang terlempar ke zaman Tuhan Yesus, gila banget deh).

Nah, kalau kali ini, Supry janji mentraktirku sebagai permintaan maaf setelah membatalkan janji makan2 bareng di warung ilegalnya Senin lalu. Meskipun aku nggak marah, siapa yang nggak mau ditraktir? Hehehe….🙂

So, siang itu karena kafenya penuh, aku sama Supry terpaksa makan di meja bar. Agak nggak nyaman sih, tapi gimana lagi. Di sela-sela makan Supry sempat disapa oleh seorang temannya dan ngobrol cukup lama.Lalu datang Widi, Richard, dan Gaby, teman-teman kita di tim formatur. Widi ini spesial datang untuk menggoda aku dan Supry karena kita makan berduaan, di kafe lagi. Tapi dia kecewa karena kita makan di meja bar dan bukan meja biasa,jadi kesannya nggak romantis (lagian please deh Wid, aku sama Supry kan cuma teman =p).

Nah, akhirnya kita selesai makan dan siap membayar. Pas bill datang, eh, ternyata sudah dilunasi! Aku sama Supry jadi bingung. Nama yang disebutkan sebagai pembayar pun tidak kita kenal. Tapi bener deh, bill itu sudah lunas! Emang nggak terlalu mahal sih, tapi untuk ukuran makan di kampus lumayan lho. Bisa buat 3-4 kali makan lagi di kantin reguler. Kaya benar yang bayarin!

So, akhirnya Supry memutuskan untuk tetap membayar. Karena kita nggak mau sakit perut bareng gara-gara kualat, menerima rezeki yang mungkin bukan hak kita (kali aja orang itu mau bayarin orang lain, tapi salah meja). Urusan bayarnya kedobelan, ya mungkin udah rezeki pengelola kafe. Mereka sendiri juga mau melacak ulang dan mengembalikan uangnya kepada orang itu.

Hehehe… pulangnya aku dan Supry berdebat (sampai sekarang nih). Secret admirer siapa nih? Namanya emang nama cowok, tapi belum tentu dia cowok kan. Ada beberapa skenario….

1. Dia cewek yang naksir Supry. Melihat Supry makan bareng cewek lain (padahal suer kita cuma temen), dia salah sangka. Patah hati karena dikira Supry udah ada yang punya. Tapi sebagai ucapan selamat (kan ceritanya walaupun cinta tak berbalas, dia rela demi kebahagiaan Supry… cieh…), dia mentraktir kita. Biar nggak ketahuan, dia pakai nama cowok.

2. Dia cowok yang naksir aku. Skenario selanjutnya sama dengan nomor 1. Biar pake nama cowok, dia pakai nama yang nggak kita kenal supaya nggak ketahuan.

3. Ada cewek yang pernah naksir Supry tapi akhirnya jadian atau di-PDKT sama cowok lain.Mereka makan berdua di kafe itu, terus melihat Supry makan bareng cewek, dan salah sangka. Cowoknya girang banget karena berarti Supry sudah nggak available, dan dia nggak ada saingan. Saking senangnya, dia bayar bill kita (sekalian nunjukin sama ceweknya kalau dia cowok yang baik hati).

4. Hari itu, ada promo gratis foto bagi pengunjung kafe yang nominal transaksinya lebih dari Rp. 100.000,00. Mungkin orang yang bayarin makan kita itu kepengen, tapi nominalnya nggak cukup, dan dia terlalu kenyang untuk makan lagi. Jadi dia bayarin kita. Ini skenario yang paling nggak masuk akal ya, hehehe….

Yah, apapun skenarionya, tetap aja ini kejadian aneh…. Aku pengen ketemu deh sama orang itu….