Memasuki masa Prapaskah, seperti biasanya aku berpantang daging 40 hari berturut-turut; walau sebenarnya hari wajib pantang hanya Jumat. Nggak terasa, ini tahun kelimaku jadi veggie 40 hari. Seru juga loh! Tapi banyak juga mitos tentang veggie…. sesuai nggak ya sama pengalamanku?

Mitos #1 :Kalau jadi veggie bakal lemas.
Sebenarnya nggak, asal kita bisa mengatur pola makan agar tetap seimbang. Protein misalnya, nggak harus dari daging kan, tapi juga bisa dari kacang-kacangan. Kalaupun veggienya sampai nggak makan telur dan susu, percaya deh, bisa survive kok. Telur bisa diganti tahu-tempe, dengan bonus nggak pake alergi. Susu sapi, bisa diganti susu kedelai. Memang kalsiumnya lebih sedikit, tapi sayuran hijau bisa menambah asupan kalsium juga. Aku sehat-sehat aja tuh selama veggie.

Mitos #2 : Kita bakal lebih kurus.
Ada benarnya sih, karena dua minggu ini beratku turun 2 kilo. Makanan non-hewani kalorinya memang lebih sedikit. Tapi kalau porsi makannya ditambah, pilihan menu tetap berlemak (misalnya gorengan), jarang olahraga, dan karbohidratnya tinggi, ya sama aja bahkan bisa jadi malah menggemuk.
Ada juga yang mikir veggie itu susah cari makanan. Ya, kalau veggienya ketat mungkin benar. Tapi karena pada prinsipnya aku hanya menghindari daging, aku masih bisa makan sup miso walaupun kuahnya dari kaldu ikan. Yang penting daging benerannya nggak aku makan. Jadi modifikasinya gampang. Kalaupun mau ketat, sekarang restoran veggie sudah mulai banyak kok.

Mitos #3 : Veggie = lebih banyak makan sayur dan buah
Bisa jadi nggak. Karena masih ada tempe, tahu, mi, roti, pizza veggie, daging buatan dan lain-lainnya. So, mau veggie atau nggak, asupan serat harus tetap dipikirkan. Jangan mentang-mentang veggie lantas berpikir akan banyak serat secara otomatis.

Kadang kalau sudah berhari-hari veggie, apalagi sering baca bacaan tentang gaya hidup veggie, kepikiran juga jadi veggie selamanya. Apalagi nggak tega loh liat binatang dibunuh, kasihan. Kemarin waktu nonton Planet Food aku jadi miris pas ada adegan cumi ditangkap. Cuminya menggelepar gitu, pengen kembali ke habitatnya. Tapi dia berakhir sebagai salad cumi panggang yang kelihatan yummy, jadi lupa deh sama proses pembunuhannya, hehehe… so, jadi veggie forever kayaknya belum ya, kecuali kalau sebelum makan ayam aku lihat dia dijagal dulu hahaha….
However, aku tetap menganjurkan untuk sekali-sekali mencoba jadi veggie sehari, seminggu, atau kalau kuat sebulan. Kalau sudah setahun bisa-bisa cium bau daging aja mual. Kalau bulanan, lumayan buat membersihkan diri dari lemak, asal benar-benar makan sayur dan buah. Veggie juga untuk belajar mengendalikan diri. Kalau mau ekstrim, ya sekalian seperti bhiksu di Thailand, makannya cuma pas midday dan midnite. Tujuannya supaya mereka menghargai makanan dan tidak mencari kenikmatan dari makanan. Veggie sih nggak seketat itu, tapi lebih ke arah berpikir makan untuk kesehatan, bukan untuk kenikmatan semata (meskipun makanan tanpa daging banyak juga yang enak, coklat misalnya). So, mau coba nggak? Seru loh….