Barusan aku buka-buka majalah SMA-ku. Baca lagi tulisan-tulisan yang aku buat waktu SMA. Gile… pengen nangis rasanya… Aku dulu polos banget ya? Begitu tulus, tanpa cela deh kayaknya. Sementara hampir 4 tahun di UK Petra sudah cukup membentukku menjadi seekor ular naga (licik maksudnya hahaha…).

Tapi, kalau mengingat masa sekolahku dulu, siapa sangka aku bisa jadi orang kayak sekarang. Iya ya, kalau dipikir-pikir, ada banyak banget hal yang tidak kita sangka bisa terjadi pada hidup kita, eh taunya kejadian juga. Memang ada yang menyedihkan, tapi ada juga yang menyenangkan.

Dulu, aku nggak menyangka aku bisa sekolah di Surabaya, mulai SMP lagi. Lebih nggak menyangka lagi bakal sekolah di SMPK Angelus Custos yang sebelumnya dengar namanya saja nggak pernah. Aku nggak menyangka kalau aku bakal bisa survive di sini dan punya banyak teman. Tahun-tahun pertamaku di Surabaya cukup sulit dan aku harus banyak adaptasi, sometimes it hurted and made me cry… jauh dari keluarga dan nggak ada yang bisa diajak ngobrol di rumah. Tapi pas SMA aku mulai bisa bergaul, punya teman-teman yang baik, jadi pengurus majalah sekolah, ikut ekskul dan belajar berorganisasi untuk pertama kalinya di OSIS.

Aku nggak menyangka kalau teman yang begitu dekat, begitu erat hubungannya bisa berpisah dan nggak berteman lagi. Tapi akhirnya aku harus mengalaminya. It hurted, pasti lah. Belajar dan ambil positifnya saja, aku belajar untuk lebih menghargai setiap orang yang ada dalam hidupku. Belajar mengampuni juga, walau menurutku tetap lebih mudah mengampuni orang yang kita sayangi. Karena rasa sayang itu bagiku nggak akan pernah hilang, hanya bentuk atau kadarnya saja yang bisa berubah.

Aku nggak menyangka kalau bakal kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Duluuuu sekali aku bercita-cita jadi arsitek atau desainer. Keluarga mendukung, dan aku tahu walaupun Papa dan Mama tidak melarang, dalam hati mereka masih ingin aku jadi arsitek (sampai aku sempat tawar menawar sama Papa untuk S1 lagi di Arsitektur, dan Papa malah bilang, fokus aja sama bidangmu sekarang… Oh… I love you Dad…). Terus sempat punya keinginan jadi petani, karena ingin melestarikan alam (gara-gara guru Geografi waktu SMP cerita betapa rusaknya alam ini). Eh, waktu SMA aku jatuh cinta sama jurnalistik. Dan waktu hampir lulus, bingung, seorang teman memberi info soal jurusan ini. Yang lebih gila, kok bisa akhirnya aku memilih peminatan Broadcasting TV, dan nggak menyesal.

Aku juga nggak menyangka kalau bisa meraih IPK yang cukup bagus dan stabil. Sering pada satu semester aku dapat kejutan, IPS yang aku sangka bakal jelek malah naik atau tetap. Padahal waktu sekolah aku super males dan nilaiku banyak yang jelek, sempat dapat merah di rapor lagi. Waktu kuliah kok malah nilai ujianku bagus-bagus. Ih, nggak masuk akal. Mana kuliahku lancar dari semester pertama. Banyak kelas di mana aku bisa lulus, padahal aku kira nggak bakal bisa.

Pernah juga bangun pagi dengan muka menganga karena tulisanku masuk koran. Aduh, nggak menyangka. Aku pikir tulisanku paling banter buat konsumsi komunitas sekolah atau kampus saja. Ternyata editor koran berbaik hati memuatnya. Nggak nyangka lho bisa nulis tentang pendidikan, pers mahasiswa, intinya nulis opini tentang masalah sosial, padahal menurutku aku ini nggak segitu pinternya.

Aku nggak menyangka juga aku bisa masuk HIMA, langsung BPH lagi. Nggak menyangka bisa temenan sama orang yang satu sekolah sama aku sejak SMP, tapi baru kenalan waktu kuliah. Jadi sekretaris HIMA-nya lagi. Tahun depannya, kok bisa ya aku berani orasi di depan ratusan orang untuk jadi calon BPMF (aku kan grogi ngomong di depan umum). Dapat suara lumayan banyak lagi. Terus ikut kongres di mana aku jadi kayak kelelawar, dengerin orang ngomong dan ikutan ngomong semalam suntuk. Kan mestinya aku tidur di rumah dan menikmati mimpi yang indah. Kok bisa juga akhirnya aku terlibat dalam sesuatu yang kompleks dan berakhir dengan hengkangnya aku dari lembaga yang sangat aku cintai, tepat sesaat sebelum aku akan dapat reward dari lembaga itu. Yang pasti aku juga nggak menyangka aku bisa jadi orang yang penuh dengan akal bulus hahaha… sampai juara debat 2 kali lagi…

Anehnya, dengan reputasi yang menurutku nggak bagus-bagus amat, kok bisa ya aku jadi koordinator Divisi Pubdekdok (Publikasi, Dekorasi, Dokumentasi) P3K Maba 2006. Mimpi aja nggak berani, ikut panitia P3K nggak pernah, sekalinya langsung jadi koordinator. Eh, kok akhirnya bisa juga aku mengkoordinir 17 anggota. Mimpin rapat berjam-jam (kok bisa tahan ya?), ngomong di depan ratusan orang dalam keadaan dijepit, tapi kok aku bisa tenang ya waktu itu?

Kok bisa juga aku magang di production house terbesar di Bali, ketemu orang-orang asyik, dan dapat pengalaman tak terlupakan. Aku jadi lebih kenal tanah kelahiranku sendiri.

Ya, emang hidup ini sebuah kejutan. Thanks God karena walaupun aku bukan orang yang baik, yang religius, yang tahu diri, aku tetap dikasih begitu banyak keajaiban dalam hidupku.

Jadi, kalau sekarang aku belum lulus S1, belum dapat kerja, belum dapat beasiswa S2, jomblo… mungkin beberapa tahun lagi aku bakal posting blog baru yang mirip dengan blog ini… Nggak nyangka kalau aku akhirnya bisa lulus tepat waktu dengan cum laude dan aktif berprestasi, dapat first job dengan gaji tinggi atau bahkan jadi entrepreneur di bidang komunikasi, dapat beasiswa S2 ke Manila atau bahkan London…. terus…. jadian sama soulmate-ku yang ternyata salah satu dari nama-nama kayak Keanu Reeves, Glenn Alinskie, Christian Sugiono, Delon… hahaha… yang terakhir terlalu ngayal ya?