Posted by: riawibisono on: July 30, 2008
Creative launched their newest MP3 player: The Zen Mozaic.
I’m just thinking to buy Zen and then they launched Mozaic! It soon becomes my current craving! Thanks God, the price is very affordable, if you compare it with IPod. Besides, Creative is well-known for their quality. One of my friend even said that they sounds better than IPod. You can also listen to the radio and record sounds with it!
I want the pink one. Really cute!
*update, 02/08/08* I went to Hi Tech Mall yesterday to buy this cool gadget. Unfortunately, they said that it will be sold next month. So, I still have to wait… T_T
Posted by: riawibisono on: July 20, 2008
Sejak bekerja, weekend semakin menjadi saat yang paling aku tunggu-tunggu. Gembira sejak hari Jumat, dan sedih pada Minggu malam adalah fluktuasi mood yang aku rasakan setiap minggunya. Yah, ada enaknya juga kerja di bank, tidak perlu bekerja di hari Sabtu, meski Senin-Jumat harus bekerja keras.
Rutinitas umumku saat weekend adalah:
Weekend ini, dimulai dengan tidur sepuasnya di Sabtu pagi yang cerah. Bermalas-malasan hingga tengah hari. Sempat internetan bentar. Lalu pergi ke gereja bersama seorang teman. Karena malam Minggu ini ada undangan BBQ party di kost temanku di daerah Darmo Harapan, aku pergi ke gereja dekat sana, yaitu di Gereja St.Yakobus Citraland. Gerejanya benar-benar wow! Asyik juga sesekali pergi ke gereja yang beda, sekadar ganti suasana.
Sepulang gereja, kami menuju kost temanku itu. Di atas bubungan atap rumah kost, kami bersepuluh (aku, Lista, Edwin, Ivnat, JT, Ucup, Chris Andre, Supry, Ferry, dan Widi) sibuk membakar sosis, roti, jagung, bakwan, dan daging sambil melepas rindu setelah sekian lama tidak berjumpa. Dari semua temanku ini,ada yang tampak tak berubah, ada pula yang tampil beda. Selama ini aku pikir aku sudah bertambah subur sejak lulus kuliah. Ternyata rekorku dipecahkan oleh Ferry dan Widi yang menjadi super bulat setelah bekerja. Mungkin ini menandakan kemakmuran yang mereka dapatkan dari pekerjaannya. ;p
BBQ party malam itu memang sangat meriah. Dengan modal hanya 15ribu per orang, kami makan hingga kenyang. Kemeriahannya bertambah dengan kembang api yang menghiasi langit malam itu. Bukan, bukan kembang api yang kami sulut sendiri. Mungkin ada acara pesta di daerah itu yang dilengkapi atraksi kembang api. Yang jelas, siapapun yang mengadakan pestanya, kami ikut menikmati.
Dan yah…. tiba-tiba saja sekarang waktu telah menunjukkan hari Minggu, hampir jam sepuluh malam…. waktunya bobok dan besok ngantor lagi… sigh…
Posted by: riawibisono on: July 19, 2008
Minggu lalu, tiba-tiba saja bos di kantor memanggil aku dan teman-temanku untuk bicara dalam ruangannya. Ketika aku menceritakan tentang aktivitas canvassing yang aku lakukan, dia bertanya apa yang aku dapat dari sana. Malu-malu aku menjawab,”Kartu nama, Pak.”
Tak dinyana, bos malah berkata, “Nggak apa-apa. Canvassing itu ibaratnya menabur benih. Kadang, benih yang kita tabur memang tidak tumbuh. Tapi malah kita menuai dari samping-samping, dari yang tidak kita sangka-sangka.”
Kata-kata bos itu benar-benar menancap dalam pikiranku.
Beberapa hari kemudian, aku berbincang dengan sahabatku lewat telepon. Tiba-tiba tersirat dalam benakku untuk menanyakan satu hal yang sudah lama ingin aku tanyakan padanya.
“Sup, kenapa sih kamu itu baik banget sama aku? Mau-maunya bantu-bantu kerjaanku, emang aku pernah kasih apa sama kamu?” tanyaku.
Jawaban sahabatku benar-benar di luar dugaanku. “Kamu inget nggak Ria, dulu, kamu banyak bantu-bantu pas kita sama-sama di MPM. Aku kan benar-benar nggak pengalaman jadi sekretaris. Kamu yang ngajarin aku bikin notulen, kamu yang bantu beresin arsip-arsipku.”
Aku jadi ingat lagi dengan nasihat bosku.
Bertahun-tahun yang lalu waktu aku bantu-bantu Supry membereskan arsip, membuat notulensi, dan lain-lainnya, aku melakukan itu tanpa maksud, hanya ingin sekadar membantu. Aku nggak pernah berharap Supry akan mengingat-ingat bantuanku, apalagi membalasnya. Tapi, sampai sekarang perbuatan kecil yang aku lakukan ternyata membekas di hatinya.
Tentu saja tidak semua benih yang kita tabur akan dapat kita tuai. Pernah aku membantu seorang teman yang kesulitan, tapi kemudian dia menghilang tanpa itikad baik menyelesaikan masalah yang belum selesai di antara kami. Beberapa tahun kemudian, saat berpapasan di jalan, ia bahkan pura-pura tidak mengenalku.
Injil Minggu lalu membahas ini. Ada benih yang jatuh di pinggir jalan, sebentar saja datang burung-burung yang memakannya. Ada yang jatuh di tanah berbatu-batu, sehingga akarnya tidak dapat tumbuh maksimal dan akhirnya mati. Ada yang jatuh di semak belukar, terhimpit oleh semak dan tidak bisa tumbuh. Tapi, selalu ada tanah yang subur, yang membuahkan hasil yang berlimpah. Okelah, ada teman tak tahu diri yang bisa begitu saja melupakan bantuanku yang tidak kecil, tetapi di sisi lain, ada teman seperti Supry, yang selalu mengingat bantuan sederhana yang pernah aku berikan kepadanya.
Karena itu, kita tidak perlu takut menebar benih kasih sayang, benih kebaikan, kepada siapapun di dunia ini. Memang tidak semua akan kembali dalam bentuk yang sama seperti yang kita taburkan dahulu. Tapi, selalu ada saja yang akan tumbuh dan menghasilkan buah yang jauh melebihi harapan kita. Di sisi lain, aku harap aku bisa menjadi tanah yang subur buat orang lain, di mana semua kebaikan yang aku terima dari orang lain bisa aku kembalikan berlipat ganda.
Posted by: riawibisono on: July 5, 2008
Inilah tanda manusia tak tahu diri. Waktu di Ciawi, meronta-ronta minta pulang. Sudah di Surabaya, malah kangen berat pada Ciawi. Sebagai pengobat rasa rindu, mulai hari ini saya akan mem-posting kisah-kisah di Ciawi. Mulai dari yang seram, yang menyenangkan, yang lucu, yang seru, sampai yang sedih. Tulisan bertema Ciawi ini tidak dibuat berdasarkan kronologis peristiwa, ya seingatnya saja.
Sebagai pembuka, aku pengen cerita tentang kisah seramku di Ciawi. Memang kampusku ini dikenal sebagai tempat yang agak-agak menyeramkan. Dari awal kami sudah diingatkan agar menjaga sikap selama di kampus. Jangan sampai pikiran kosong, bisa kesambet katanya.
Nah, akhirnya tiba giliranku merasakan seramnya kampus. Kejadiannya pada hari-hari awal masa training. Malam itu aku ketiduran karena capek banget. Sekitar jam 2 dinihari, aku bangun. Sadar kalau belum sikat gigi, aku beranjak ke kamar mandi. Suasana kamar saat itu sepi, anak-anak sudah pada tidur. Semua pintu dan jendela terkunci, tirai juga ditutup. Kondisi dalam kamar tidak mungkin diketahui orang di luar.
Waktu aku berjalan ke kamar mandi, dari pintu depan aku mendengar suara cowok memanggil-manggil,”Ria… Ria….” Read the rest of this entry »
Posted by: riawibisono on: June 29, 2008
I’m back everybody!!!!
OK, first of all, updating news is a MUST. Many friends asked, ‘Ria, how’s life?’. So, here is my answer.
On the whole, life after graduation is certainly different from my previous school life. Like quote in Spiderman, ‘In bigger power comes bigger responsibility’. I’m an adult now, and I have power to determine my life, but on the other side I must be more responsible. Ok, that’s my challenge. And like I said before, challenge is the way to keep me alive. I feel reallllyyyy ALIVE!
Posted by: riawibisono on: May 19, 2008
Whew! Last weekend was really cool!!! After an exhausting day with 3 exams (Basic Accounting, Cash Management, and Current Account Analysis), we decided to ‘have fun go mad’. I went to the tennis court with my friends, trying to play tennis like a pro, but of course, I played like a fool. Getting frustrated, I went back to my room sweet room, practiced yoga, my favourite sport. I became a yoga trainer for my room mate, and they really enjoyed it.
We then spent the Saturday night going to Cimory. Cimory is a nice place. A kind of restaurant, their speciality is dairy products such as yoghurt and milk. Yummy, and rich of vitamins needed to feed our tired brains. We enjoyed playing in their garden too, being a child once again. Sooo…. refreshing!
The next day, we went to Jakarta. My mission was going to the Cathedral of Jakarta. The cathedral is really cool, with the gothic architectur style.
After the mass, we went to Pasar Pagi Mangga Dua. I didn’t buy anything, because I’m still waiting for my first salary. After graduated from university, I’ve been trying hard not to spend too much money and become financially independent. So, I have to be very picky in case of shopping. I’ve spent so much money lately, buying things for my room here to make it as comfy as possible.
From Mangga Dua, we went to Mal Taman Anggrek. I met two of my friends here, Daisy and Ditta. Daisy is now a PR officer in LG. And Ditta is a marketing communication officer in Cosmopolitan magazine. Me? Thanks God, if I’ve passed the 6-months-training process, I will be labelled as ‘Relationship Officer’. At least, the word ‘relationship’ is somehow related to communication, my lovely world, isn’t it?
After that nice rendesvouz, I felt so sad when leaving Jakarta. I felt exactly the same way every Sunday evening. Oh my God, tomorrow will be a working day, classes again, new materials, new instructors, and new exams…. However, I always try to enjoy my days here. At least, I’ve got new friends, nice room mates, knowledge, and a good salary also
Just like I’ve said before, this is a job to die for!
Posted by: riawibisono on: May 14, 2008
Oke. Jadi kenapa saya ada di Ciawi? Di belahan bumi mana sih Ciawi itu? Ngapain aja di sana? Emang kena flu burung sampai harus dikarantina? Kapan saya kembali ke dunia nyata?
Jadi, jawaban untuk pertanyaan2 di atas adalah:
1. Saya lagi training di Ciawi. Sejak Mei 2008 saya resmi menjadi peserta program Management Trainee di sebuah bank di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, saya harus mengikuti kelas ‘BANKING FOR DUMMIES’ (bukan, itu bukan nama kelasnya, itu nama pemberian seorang lulusan Komunikasi yang terdampar di perbankan) di sebuah kampus asri di Ciawi.
2. Ciawi itu dekat Bogor. Kira2 sejam dari Jakarta. Dekat Puncak.
3. Tiap hari, hari saya dimulai pk. 05.00 – thanks to my alarm – dengan acara mandi, bebersih, nunggu teman sekamar (5 orang) siap2, lalu sarapan. Kelas dimulai pk. 08.00 – 17.00. Setiap 2 jam sekali kita dikasih asupan gizi lewat coffee break dan lunch. Selesai kelas (yang kadang overtime, tapi kadang cepat selesai kayak hari ini), acara saya adalah mandi, cuci baju, angkat jemuran, jemur baju, nyetrika, makan malam, belajar, nggosip, dan saat tenang sebelum tidur (oke, sekarang ini mulai kedengaran seperti iklan Johnson&Johnson Baby Bath). Hari Sabtu adalah hari bencana di mana ada tes (yang kalau gak lulus 3X artinya saya akan dipecatttt), setelah itu acara bebas. Hari Minggu harinya Tuhan, bersama saudara seiman pergi ke gereja dengan mencarter angkot (Bogor selain kota hujan juga kota angkot loh). Pulang gereja, jalan2 di mal (Ekaloka Sari). Minggu depan mudah2an kesampaian pergi ke Jakarta dan misa di Katedral.
4. Ya enggak lah! Saya sangat sehat, buktinya hasil medical check up saya dianggap layak sebagai persyaratan diterima dalam program ini. Tapi tentu saja sebagai calon Relationship Officer handal saya harus di-brain wash dulu supaya benar2 meresapi product knowledge.
5. I’ll be back to Surabaya in June. Tepatnya 18 Juni 2008 dengan penerbangan Garuda Indonesia. Yang mau jemput, silakan loh. Nanti saya kasih nomor penerbangan dan jadwal pesawatnya.
last but not least, miss u all readers…. wish me luck so I can pass all my exams…. this is a job to die for (ga segitunya sih, males aja cari kerja lagi ;p)
Posted by: riawibisono on: May 12, 2008
Mohon maaf kalau selama sebulan setengah, site ini tidak pernah di update.
saat ini, aku sedang menjalani karantina di Ciawi.
C ya all….
Posted by: riawibisono on: April 29, 2008
Belakangan ini aku sedang senang-senangnya menonton serial ‘Doo Bee Doo’ di RCTI. Yang aku sukai dari serial ini adalah tokoh utamanya, seorang balita bernama Shayna. Shayna dikisahkan sebagai anak yang tak jelas asal-usulnya, yang akhirnya dirawat secara sembunyi-sembunyi oleh tiga siswa SMA di rumah kosnya. Secara fisik, Alanis, yang berperan sebagai Shayna, memang merupakan balita yang sangat lucu. Berkulit putih bersih dengan rambut keriting kecil-kecil, mata bulat dan mimik ekspresif.
Tapi kalau membayangkan apa yang terjadi di balik layar, aku agak khawatir dengan perkembangan Alanis. Bayangkan saja, kebanyakan sinetron di Indonesia diproduksi secara stripping alias kejar tayang. Bisa jadi, hampir setiap hari waktu Alanis dihabiskan di tempat syuting. Padahal, balita seumuran Alanis butuh waktu tidur yang cukup banyak. Bisakah dia tidur dengan lelap di tempat syuting yang hiruk pikuk? Lagipula, Alanis mestinya sudah atau paling tidak akan segera masuk preschool. Bayangkan kalau pulang dari preschool masih harus syuting.
Yang mengkhawatirkan lagi, tokoh Shayna digambarkan sebagai anak yang cerdas tetapi agak nakal. Contohnya, Shayna pernah ditampilkan menyetir mobil sendiri, menyetir bus, dan melaju di jalan raya dengan skateboard. Celetukan yang terucap dari mulutnya terkadang terkesan dewasa. Macam, “Kasian deh lu!”, “Capee deh!”, “Emang enak?”, “Sogok aja Kak!”, “Abang pelit!” dan lain sebagainya.
Read the rest of this entry »
Posted by: riawibisono on: April 12, 2008
Menkominfo Mohammad Nuh mengedarkan sebuah surat yang isinya himbauan kepada para penyedia jasa internet (ISP) untuk memblokir situs-situs di mana orang bisa mengakses film ‘Fitna’. Alasannya, film buatan sutradara Belanda tersebut adalah film yang menghina agama Islam. Tentu saja, semua ISP di Indonesia serentak mengikuti peraturan ini. Namun, karena surat edaran Menkominfo tidak mendaftar secara rinci, situs apa sajakah yang harus diblokir, sikap para ISP menjadi tidak seragam.
Konon, ada ISP yang langsung memblokir akses menuju situs You Tube, perpustakaan audio visual populer yang juga memuat film ‘Fitna’. Dengan begitu, pelanggan ISP ini tidak bisa mengakses situs You Tube sama sekali. Ada pula ISP yang memilih memblokir sebagian situs You Tube, yaitu halaman yang memuat film ‘Fitna’ saja. Artinya, pelanggan masih bisa mengakses You Tube, hanya tidak bisa melihat film ‘Fitna’ melalui situs ini.
Menurut saya pribadi, tindakan Menkominfo mengedarkan surat larangan tersebut adalah tindakan yang kurang bijaksana. Kenapa? Read the rest of this entry »
They Said…..