#indonesiajujur : Is Honesty Still The Best Policy?

1 Comment

Waktu saya kecil, ada buku tulis yang bagian bawahnya dihiasi kata-kata mutiara. Salah satu kata mutiara itu adalah : Honesty is the best policy. Kejujuran adalah kebijakan yang terbaik. Kata-kata itu saya ingat sampai hari ini.

Tapi, membaca kasus contekan massal di SDN. Gadel, saya jadi mempertanyakan : is honesty still the best policy? Buat yang belum tahu ceritanya, alkisah AL, bocah cerdas yang bersekolah di SDN Gadel, diminta wali kelasnya memberikan contekan kepada teman-temannya pada saat Unas. Setelah Unas selesai, AL melaporkan hal ini kepada ibunya, Ny. Siami. Mengetahui kecurangan tersebut, Ny. Siami tidak tinggal diam, melainkan melapor pada Kepala Sekolah. Karena tidak mendapat tanggapan yang memuaskan, kasus ini dibawa sampai ke Komite Sekolah bahkan ke Diknas. Kasus ini kemudian ter-blow up oleh media.

Singkat cerita, kejujuran dan keberanian Ny. Siami ini malah menjadi malapetaka. Mulai dari demonstrasi anak SDN Gadel di rumahnya, hingga akhirnya warga mengusir Ny. Siami dengan kekerasan. Saat saya membaca berita ini, saya langsung meng-update status baik di Blackberry Messenger maupun Twitter :

IS HONESTY STILL THE BEST POLICY?

More

Guru di Luar Kelas (5)

Leave a comment

Dulu, setiap kali saya pergi untuk mengikuti Misa di hari Minggu, saya selalu melihat mereka. Seperti kamera, pandangan saya beralih dari satu shot ke shot lainnya.
Shot 1 (close up) : genggaman tangan yang tak terlepaskan.
Shot 2 (close up) : rambut putih keperakan di atas kepala.
Shot 3 (close up) : kerut di sekitar mata dan bibir yang tak dapat menyembunyikan usia.
Shot 4 (medium-close up) : kaki yang berjalan lambat dan tertatih-tatih

Di depan saya, Tuhan sedang merangkai sebuah cerita. Tentang sepasang Oma dan Opa. Dia memperlihatkan kepada saya, kisah nyata tentang makna komitmen dan kesetiaan dalam cinta. Potongan-potongan gambar yang saya lihat, menyusun sebuah renungan di hati saya.
More

Guru di Luar Kelas (4)

1 Comment

Salahkah bila seseorang yang dicobai begitu berat dalam hidupnya kemudian menjadi orang yang penuh dengan kepahitan? Menurut saya, tidak salah. Perubahan karakter ke arah yang negatif akibat ketidakmampuan menanggung cobaan hidup adalah hal yang sangat manusiawi. Yang luar biasa adalah, manusia yang menerima begitu banyak cobaan berat dalam hidupnya, dan tetap menjadi sosok yang positif, menginspirasi, bahkan menjadi berkat bagi sesamanya.

Saya beruntung dapat mengenal sosok luar biasa itu. Saya memanggilnya Oma. Meski sudah memasuki usia senja, saya dapat melihat gurat-gurat kecantikan masa muda di wajahnya. Wajah yang selalu dihiasi senyum yang tulus dan lemah lembut. Tak heran bila banyak orang betah berlama-lama di kedainya.

Saya tak pernah menyangka bahwa selama hidupnya, Oma banyak mendapat cobaan yang berat. Ditinggalkan oleh ibu kandungnya di usia dini. Tak lama kemudian, ayah kandungnya meninggal dunia. Setelah menikah dan berkeluarga pun banyak masalah yang menimpanya. Bahkan di usia senja, di mana seharusnya ia tinggal menikmati hidup, masih ada saja beban yang harus ditanggungnya. Detailnya mungkin kurang etis bila saya kisahkan di sini. Yang pasti, hidup Oma boleh dikatakan kurang beruntung. More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.