Salah satu hal yang menyenangkan dari membaca Alkitab adalah menyelami kehidupan tokoh-tokoh di dalamnya. Mulai dari zaman Adam sampai wahyunya Yohanes, ada banyak tokoh Alkitab yang menurutku inspiratif. Yang paling oke, tentu saja Tuhan Yesus lah… tapi ada juga beberapa tokoh yang aku idolakan dengan alasan tertentu. Jadi, dalam posting seri ini aku pengen share bagaimana tokoh-tokoh dalam Alkitab menginspirasi kehidupanku.

Beberapa hari ini aku banyak membaca tentang perjalanan umat Israel dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan Tuhan. Tokoh utama dari kisah ini adalah Musa, nabi yang memimpin umat Israel dalam eksodus tersebut. Musa adalah salah satu tokoh Alkitab yang aku idolakan.

Kenapa Musa? Karena menurutku dia itu cool banget! Pernah kan si Musa ini dikhianati ama saudara-saudaranya. Nah, waktu itu Tuhan marah besar dan menyatakan betapa istimewanya Musa bagi-Nya. Kalau nabi-nabi lain diberi wahyu lewat mimpi atau penglihatan, si Musa ini benar-benar ngomong langsung face to face sama Tuhan (Bilangan 12:6-8). Sampai-sampai wajahnya bersinar-sinar karena dipengaruhi oleh kemuliaan Tuhan.

Udah gitu, banyak banget mujizat yang dibuat Tuhan lewat Musa. Bayangin, hanya dengan tongkat Musa bisa membelah laut Teberau sampai bagian tengahnya kering dan air laut jadi kayak tembok di sisi kanan kiri bangsa Israel (Keluaran 14:15-31). Musa juga yang mendapatkan 10 Perintah Allah di Gunung Sinai (Keluaran19-20). Waktu bangsa Israel kehausan di Meriba, Tuhan memberi mereka mata air yang keluar dari batu setelah dipukul Musa (Bilangan 20:2-13).

Dari segi karakter, menurutku Musa ini orangnya tabah banget. Pasti dia cekot-cekot menghadapi bangsa Israel yang rewel itu. Mana mereka sering nggak percaya sama Musa dan bilang kalo mendingan mereka tetap di Mesir, di mana mereka makan kenyang dan hidup enak ketimbang eksodus ke tanah terjanji, yang perjalanannya panjang dan sulit. Duh, pasti susah banget ya memimpin orang yang nggak percaya sama kita. Mana banyak yang berontak lagi, termasuk saudara-saudaranya Musa pernah mengkhianati dia. Tapi Musa enggak menyerah dan tetap berjuang menggembalakan bangsanya ke tanah terjanji.

Cacatnya Musa nih cuma satu, dia pernah nggak percaya bahwa dia bisa ngeluarin air dari batu dengan tongkatnya, padahal Tuhan yang memerintahkan dia untuk melakukan itu (Bilangan 20:2-13). Karena itulah Tuhan murka dan sungguh ironis, Musa yang puluhan tahun memimpin perjalanan umat Israel ke tanah terjanji malah akhirnya nggak bisa menjejakkan kaki di tanah itu. However, aku tetap aja ngefans sama Musa.

Yang aku pelajari dari Musa adalah bagaimana untuk menjadi pemimpin yang baik. Ada kalanya waktu kita memimpin, orang yang kita pimpin kehilangan kepercayaan terhadap kita, padahal kita sudah berbuat hal yang benar. Jika hal itu terjadi, kita nggak boleh patah arang, apalagi sampai menyerah. Karena kalau kita benar, Tuhan pasti menunjukkan kebenaran itu pada orang-orang. Makanya, penting banget untuk bersandar pada Tuhan ketika Tuhan mempercayakan suatu kepemimpinan kepada kita.

Aku juga belajar soal ketaatan. Musa ini kan taat banget sama Tuhan. Tuhan banyak memberi perintah kepada Musa, mulai bagaimana membangun Kemah Suci, 10 Perintah Allah, dan lain sebagainya. Semuanya itu dikerjakan oleh Musa dengan baik, beserta segala detailnya. Makanya Tuhan nggak pernah bosen berbicara dengan Musa.

Musa juga nggak pernah congkak, padahal banyak banget mujizat yang terjadi lewat tangannya. Waktu bangsa Israel perang pun, cukup Musa mengangkat tangan, pasti bangsanya menang. Tapi Musa sadar benar bahwa semua mujizat itu terjadi karena Tuhan, sedangkan dia cuma perantara. Nah, dalam kehidupan kita juga harus gitu kan. Kalau kita pinter, hebat, kita harus ingat bahwa itu semua hanya karena anugerah Tuhan. Jadi, nggak layak kalau kita congkak.

In short, aku menyimpulkan bahwa Musa = pemimpin teladan

Siapa tokoh Alkitab favoritmu?

About these ads