dragonzone

Perempuan, Menangis, dan Kepemimpinan

Posted by: riawibisono on: April 14, 2007

Dalam sebuah pertemuan resmi, muncul sebuah statement dari seorang laki-laki: jangan memilih perempuan sebagai pemimpin, karena perempuan mudah menangis! Saya heran bagaimana bisa pria terdidik di zaman ini masih terkonstruksi dengan paradigma semacam itu. Memangnya seorang pemimpin tidak boleh menangis? Lagipula, tidak adil bila sifat mudah menangis diasosiasikan dengan gender tertentu.

          Perempuan maupun laki-laki, punya hak yang sama untuk menangis. Saya, perempuan, menangis di depan layar komputer saat stuck dengan proposal skripsi saya. Teman saya, seorang pria, juga melakukan hal yang sama dalam kondisi tersebut.

          Namun, di negara patriarkhi ini, perempuan menangis sah-sah saja. Sedangkan laki-laki yang menangis, dianggap tidak jantan, keperempuan-perempuanan. Sejak kecil, anak laki-laki dilarang keras menangis, karena ‘Seperti anak perempuan saja,’ kata orang tuanya. Tuh kan, lagi-lagi menangis hanya monopoli kaum perempuan. Tapi dari paparan ini jelas bahwa pernyataan ‘perempuan mudah menangis’ adalah dampak dari konstruksi gender yang dibangun ideologi patriarkhi.

          Akibat konstruksi inilah laki-laki tumbuh menjadi pribadi tertutup yang sukar mengekspresikan perasaannya. Sementara perempuan dengan bebas menangis bila ia mau. Sebenarnya, ini sebuah malapetaka bagi kaum pria.

          Menangis, adalah bentuk pelampiasan emosi yang sehat. Menangis, mungkin tidak menyelesaikan masalah, tetapi membuat seseorang merasa lega. Menangis, akhirnya menjadi kekuatan perempuan. Karena perempuan menangis, perempuan merasa lega, bebas, dan siap menghadapi masalah baru. Sementara pria yang memendam tangis, akhirnya merasakan sesak di dada, bahkan mungkin berkembang menjadi benih-benih penyakit psikosomatis.

          Maka, wahai kaum pria, beranilah menangis! Menangis bukan berarti anda pengecut! Menangis tidak akan mengurangi kejantanan anda (lagipula, apa sih tolok ukur kejantanan?)! Menangis, berarti anda cukup terbuka untuk mengakui bahwa anda hanyalah manusia yang lemah, yang bisa merasakan kesedihan atau keharuan. Hanya saja tentu, saat menangis kita harus tetap dapat mengontrol diri kita sehingga tidak berlebihan; terlepas dari apakah kita perempuan atau laki-laki.

       

        Menyinggung soal pemimpin yang menangis, saya rasa tidak ada salahnya. Bagi saya, kepemimpinan bukanlah menjadi sempurna dan absolut di hadapan pengikutnya. Kepemimpinan adalah suatu usaha menjadi teladan dengan tidak meninggalkan sisi manusiawi di dalam diri kita. Pemimpin yang super hebat belum tentu baik, bila itu membuat pengikutnya tidak berkembang dan terpusat padanya. Lebih baik pemimpin yang kelemahannya terlihat tetapi dapat membuat pengikutnya berkembang sehingga wibawanya tetap terjaga.       

13 Responses to "Perempuan, Menangis, dan Kepemimpinan"

Well said, Ria. I cry all the time but I always stand back up stronger and shine brighter. Crying is sometimes the only break we get from bottling things inside.

You’re one smart and wise young lady, Ria. Keep up your great job. ;)

Much love,
Jennie S. Bev

lebih baik menangis daripada memendam perasaan hingga berlarut-larut lalu malah meledak dalam bentuk yang lebih buruk di suatu saat nantinya.

aku sendiri sependapat bahwa laki-laki pun punya hak untuk menangis yang sama dengan perempuan. kita kan sama-sama manusia … sama-sama punya keterbatasan.

[...] one of Ria Wibisono’s postings, she wrote about “Perempuan, Menangis, dan Kepemimpinan.” She said something quite profound about female leaders who are often perceived as [...]

[...] Sudahkah laki-laki menghargai dan tidak lagi meragukan para perempuan dalam segala aktivitasnya ( terutama jika perempuan yang menjadi pemimpin)? Perempuan, menangis dan Kepemimpinan [...]

Aku juga sering menangis walaupun untuk hal2 sepele seperti habis lihat film sedih dan ga ada salahnya, justru kalo masih bisa menangis itu berarti bukti bahwa orang itu masih manusia.

There’s nothing wrong with a woman as the leader because sometimes women are more human than men. Men are too proud of their existence as men, they think that they can do everything, they do not need anyone else, and they cannot cry and weep. I’m a man but I realize that I can not do everything, I need others, and I can cry.

kalo dulu ada ungkapan “wanita dijajah pria” seiring berjalannya waktu ungkapan itu jadi semakin usang… dan berganti pula jadi “wanita dihormati pria” atau malah “pria dijajah wanita”? hehehehe

“equality” antara pria dan wanita, wanita punya kemampuan yg sama dengan pria bahkan better. Dan My great Mom telah membuktikannya. Fiorina ex CEO HP, Oprah, Hillary Clinton and etc

AdhiRock, saya senang anda lebih suka menggunakan kata “wanita” daripada “perempuan”.

Kata bapak saya: perempuan artinya: yang di(em)punyai. Sedang wanita dari bahasa jawa yang kalau di’pas-pas’kan berarti berani menata.

Nah, menangis tentu baik. Namun tentunya bukan karena equality lantas pria boleh berbondong-bondong menangis. Susah mendiamkannya nanti;-) Soalnya pria terbukti kalau sudah menangis lebih keras dan lebih susah dihentikan dibandingkan wanita.

Mbak Dwirastri, wanita dalam bahasa Jawa berarti ‘wani ditata’ atau berani ditata, bukan berani menata. Arti lainnya adalah ‘wani tapa’ atau berani menderita.
Sedangkan perempuan dari bahasa Sansekerta yang artinya yang di-empukan atau yang ditinggikan. Empu dalam bahasa Sansekerta adalah gelar untuk orang yang dihormati, seperti Empu Tantular, Empu Prapanca, Empu Gandring dsb.
Data ini sumbernya dari buku Kuasa Wanita Jawa, terbitan LKiS.
Itulah sebabnya di kalangan feminis istilah perempuan lebih favourable daripada wanita.

Wah, baru tahu saya. Mudah-mudahan Kuasa Wanita Jawa benar. Sorry juga saya nggak sempat lihat kamus Sanskrit yang sebenarnya ada bertengger di rak buku perpustakaan Bapak saya. Karena beliau kebetulan orang jawa dan sangat peduli dengan kejawaannya tentu saya lebih percaya beliau, bukan?

Anyway, apapun, saya pilih yang paling menguntungkan wanita/perempuan.

Beri saya satu untuk juga melakukan cek. Siapa tahu lebih baik menggunakan kata wanita daripada perempuan. ;-)

Perempuan, Menangis dan Kepemimpinan. Those three words are attached in me. Saya perempuan. Saya pemimpin. Dan saya juga pernah menangis. Ketika perempuan menangis, komentar yang muncul “emang lumrah”. ketika lelaki menangis, komentar yang muncul “mungkin ibunya salah didik”.

Menangis atau kondisi sebaliknya sebenarnya adalah ‘conditional’ yang seharusnya tidak disangkutpautkan dengan gender. everybody has rights to cry, even kids. kadang saya suka ‘bete’ ketika ada orang tua yang menghardik “anak laki kok nangis, diam !”. Rupanya sudah dari sananya kita terdidik kalau lelaki tidak boleh menangis sejak dia kecil.

persoalan boleh menangis atau tidak jadi masalah sepele atau penting tergantung bagaimana kita memperlakukannya. menjadi sepele ketika kita sadar bahwa persoalan ‘aku lelaki atau perempuan tidak tergantung dari air mata’.

jalan tengahnya, MARILAH KITA KEBIRI KEMALUAN KITA, supaya kita tidak perlu merasa malu untuk menangis. then kita bisa menangis sepuasnya tanpa perlu memikirkan apakah aku sang lelaki atau sang perempuan.

Menangis adalah sebuah ekspresi yang dituangkan melalui mata yang berujud AIR….Air mata bisa berarti sedih dan bahagia. Perempuan dan Laki yang masih bernafas dan ingin hidup lebih lama harus selalu mengekspresikan diri………………………… Kecuali kekeringan yang berkepanjangannnnnnnnnnn, tiada lagi kehidupan…. tiada lagi tangis….

mo menangis ya menangis aja, gak dilarang kok.
Namanya juga manusia.

crying isn’t make the problems is over but crying can make u relax and can make it better after u think the stupid think… and i think u must find somebody to hear yours problem…. Jesus Christ Bless Love Us……………………….

Leave a Reply

dragonzone Has Been Viewed...

  • 82,455 hits

What’s Up Drag?

Seeking for the light of my soul....

The reading of all good books is like a conversation with the best people of past centuries (quote by Descartes).

Add me!

Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog!

Classics

My Cluster Map

Dragon’s Days

April 2007
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30