Posted by: riawibisono on: March 25, 2007
Catatan : tulisan ini saya buat untuk tugas Komunikasi Lintas Budaya, di mana kami diminta menuliskan pendapat mengenai gay.
Zaman sekarang, gay sudah tidak lagi langka. Sebagian dari mereka pun sudah tidak lagi sungkan menunjukkan identitasnya sebagai pecinta sesama jenis. Maka, dengan mudah kita bisa menjumpai sepasang pria yang bergandengan tangan mesra di mal, bahkan berciuman di klub malam. Atau setidaknya, berapa banyak pria yang berani menindik salah satu sisi telinga – saya kurang tahu persis sisi kanan atau kiri – yang secara tidak langsung mengatakan bahwa :”Saya gay”?
Walau demikian, tidak semua orang bisa menerima kehadiran mereka di tengah masyarakat. Kaum religius beranggapan, mereka berdosa dengan menjadi seorang gay. Anggapan ini didasari oleh keyakinan bahwa Tuhan tidak menciptakan gay. Apalagi, di dalam kitab suci, gay jelas dilarang. Saya sendiri akhirnya menemukan beberapa ayat dalam kitab suci yang saya yakini, bahwa hubungan intim sesama jenis adalah dosa. Bahkan Tuhan menghukum Sodom dan Gomora – kisah yang dapat kita temukan dalam kitab Taurat – pun karena penduduknya melakukan aktivitas homoseksual!
Saya tidak akan menggunakan dalil kitab suci tersebut sebagai dasar pribadi untuk menolak gay. Memang, saya percaya bahwa Tuhan tidak menciptakan gay, walaupun ada orang tertentu yang lahir dengan kelainan kromosom sehingga tidak jelas jenis kelaminnya. Saya tetap berkeyakinan, menjadi gay adalah pilihan hidup seseorang. Tetapi itu bukan alasan untuk mendiskreditkan mereka. Menurut saya, kita juga harus belajar memahami mengapa mereka memilih menjadi gay. Ilmu kedokteran juga membuktikan bahwa sebenarnya semua orang punya kecenderungan mencintai sesama jenis, hanya kadarnya saja yang berbeda-beda. Kadar itu bisa bertambah atau berkurang, sesuai pengalaman hidup yang diperoleh seseorang.
Bisa jadi, waktu kecil mereka pernah menerima kekerasan seksual dari orang dewasa, seperti disodomi. Karena itu, mereka mengira bahwa sodomi adalah aktivitas seksual yang benar. Dan akhirnya mereka mengulangi tindakan itu dengan sesama pria saat mereka dewasa. Atau mungkin saja selama ini mereka hidup dalam penjajahan lawan jenis. Ibu yang dominan, saudara perempuan yang bossy. Maka mereka justru menemukan kasih sayang yang sejati dari sesama pria. Dunia ini punya terlalu banyak cerita, terlalu banyak kemungkinan. Masih banyak pula kemungkinan-kemungkinan mengapa orang menjadi gay, yang tidak dapat saya rinci satu persatu.
Karena itu, menurut saya, tidak patut bila kita menghakimi kaum gay. Kita tidak pernah tahu apa yang melatarbelakangi keputusan hidup mereka itu, bukan? Tidak adil bila kita lantas mengucilkan mereka dari pergaulan. Justru tindakan semacam itu hanya akan membuat mereka semakin nyaman dalam komunitas gay yang menerima mereka apa adanya. Mereka yang mungkin masih punya keinginan untuk membina keluarga dengan lawan jenis, akhirnya malah melupakan keinginan itu karena sikap kita yang menjauhi mereka.
Kalau kita memang ingin suatu saat mereka bisa menjadi pria heteroseksual, kita harus belajar menerima sambil berusaha menyelami dunia mereka. Siapa tahu kita bisa menemukan akar masalah yang membuat mereka menjadi gay. Dengan demikian, mungkin kita dapat memberi terapi yang tepat untuk mengurangi kadar gay mereka. Apalagi, kalau sebenarnya teman kita itu punya keinginan untuk menjadi pria pecinta lawan jenis. Saya sendiri, sebagai perempuan, sebenarnya juga ingin pria-pria gay bisa menjadi heteroseksual. Jumlah pria dibandingkan perempuan sudah tidak imbang. Akan lebih banyak perempuan yang harus melajang atau menjadi istri kesekian bila ingin berkeluarga, karena pria-pria yang jumlahnya sedikit itu pun sibuk mencintai sesama jenis.
Tetapi tetap, kita harus menghargai keputusan mereka untuk menjadi gay. Banyak gay yang nyaman dengan statusnya, dan tidak ingin mencintai lawan jenis, sekalipun mereka tahu bahwa mereka bisa saja menjadi pria heteroseksual. Yang bisa kita lakukan menghadapi gay seperti ini adalah tetap menerima mereka sebagai sahabat. Hidup mereka adalah milik mereka sendiri, kita tidak berhak mengintervensi, bagaimanapun hubungan kita dengan mereka. Toh mereka sudah siap dengan segala resiko menjalani kehidupan gay. Soal hubungan dengan Tuhan, itu juga urusan pribadi mereka dengan-Nya. Banyak gay yang tetap rajin beribadah, bahkan mungkin lebih rajin daripada kita yang mengklaim diri ‘normal’.
Apalagi, menurut saya, seorang gay bisa menjadi sahabat terbaik bagi kaum perempuan. Karena mereka memiliki sosok pria yang melindungi, sekaligus sisi perempuan yang lembut dan sensitif. Kekayaan karakter seperti ini jarang bisa ditemukan pada pria/perempuan heteroseksual. Mungkin mereka memang tidak bisa dinikahi oleh perempuan, tetapi tidak ada ruginya melajang bila memiliki sahabat yang setia seumur hidup.
Gay juga bisa sukses, bila mereka bisa memberdayakan potensi dirinya. Lihat saja berapa banyak gay yang berhasil menjadi perancang busana ternama, atau perias wajah terkemuka. Mereka bahkan lebih mapan secara finansial daripada pria-pria yang dianggap ‘normal’ oleh masyarakat.
Akhirnya, saya ingin menekankan bahwa tidak adil bila kita menghakimi seseorang, hanya karena keputusan hidupnya yang berbeda dari kebanyakan orang. Gay juga manusia, yang butuh teman, butuh penerimaan. Tindakan mengucilkan dan mengolok-olok mereka hanya akan membuat kita terlihat sebagai manusia yang picik dan rendah, yang tidak bisa menerima perbedaan dan keyakinan orang lain.
sobat gw…gay…tapi rindu suatu hari nanti,,,dia bakalan berubah…..
Abis baca ini, jadi inget temen yang punya prinsip:
Kasih Sayang No. 1, Jenis Kelamin No. 2
Hahaha… Gak abis pikir…
wahhhh ada asikya juga iya kalo begitu dulu sih gw emang pernah ketemu orang2 kaya begitu di mall lagi, mereka asik gandengan tangan seolah tiada dosa. tapi kalo dari segi fisik nggak keliatan banget malah ada yang tampangnya wawa eh tahunya mereka ………
Gw stuju dgn tulisan ini. Kaum gay kan jg manusia, mreka jg berhak utk mencintai n dicintai, bgmn pun cr mereka. Lagian gw yakin bnyk di antara mereka yg pgn bs normal, dan sm skali bkn keinginan mrk utk jd seorg gay (setau gw, sampai skrg msh jd perdebatan apakah seorg gay emang dr lahir udah “jd gay”).. Coba deh menempatkan diri kita di posisi mereka.. Yeah, life is all abt makin’ choice.. Anyway, i wanna have gay friend! XDDD
hello ria,
saya suka baca tulisan kamu ini..netral,open minded dan realistis.tapi saya kurang setuju dengan judul yg kamu pake,krn menurut saya menjadi gay bukan lah pilihan hidup.
karena pada dasarnya manusia tidak mempunyai pilihan pada saat dia dilahirkan.
sebagai salah satu kaum gay saya sangat bersyukur mempunyai orang tua dan keluarga yang baik (ibu saya tidak dominan kakak dan adik saya asyik2 saja) meski sampai saat ini mereka “tidak tau” kalo saya adalah seorang homoseksual.
Dan saya tidak pernah mengalami kekerasan semasa kecil. tapi saya tidak bisa mencintai ato (maaf) have sex dng perempuan secara natural.
Alasan klasik yang di utarakan kebanyakan kaum homoseksual, yang secara tidak langsung menyalahkan orang lain sehingga dirinya menjadi homosex adalah suatu bentuk pembelaan diri.
Dan wajar karena slma ini di beberapa negara terutama Indonesia kaum homoseksual blon bisa di terima, baik secara hukum pemerintahan dan di tengah tengah masyarakat. sebagaian besar masyarakat melihat itu suatu hal yang tabu dan aib bagi keluarga tetapi masyarakat dan pemerintah lupa akan suatu hal yang sangat amat mendasar yaitu ” HAK ASASI MANUSIA “.
Jadi wajar kalo selama ini dunia memandang HAM blon di tegakkan di Indonesia.
Dan kalo di negara2 Eropa,Amerika dan negara2 lainnya ada gay pride ato gay parade, mungkin kita lihat itu hanya sebuah pesta besar bagi kaum homoseksual,dan tontonan menarik bagi yg lainnya. Tetapi awalnya acara tersebut adalah tuntutan kaum homoseksual terhadap pemerintah setempat untuk mendapatkan penerimaan dan persamaan hak sebagai manusia.
Dan kalo saya lihat gay parade di Belgia ( tempat saya tinggal )sampai sekarang ini Gay parade masih membawa missi sosial yang sama untuk negara2 lain, yang pemerintahaan nya belum menerima dan menyamakan hak kaum homoseksual dng kaum heteroseksual.
Tetapi meski banyak organisasi sosial dari luar negri yang meminta kepada pemerintahan untuk menerima dan me-legal-kan kaum homoseksual di Indonesia.Pemerintah Indonesia msh menutup mata akan hal itu.
Saya mewakili kaum homoseksual yang lain mungkin…merasa sangat berterima kasih ama Ria yang udah menerima kaum kami dan temen temen yang udah kasi comment yg kayak nya juga udah bisa nerima..
thx
GBU
yuup,,,gw setuju ma tulisan2 kalian.
gw uda banyak ngeliat para gay2,kebanyakan di internet..
gw kadang merasa kasian pd mereka karena banyak orang masih memandang mereka sebelah mata,bahkan ada yang ga menganggap mereka sebagai layaknya manusia yg lain…
mnurut gw gay jg berhak menginspirasikan potensi dan bakat mreka,gw yakin mreka bisa lebih baik daripada manusia yg dianggap normal oleh masyarakat…
lagipula mereka memang sedikit lain dgn kita,tp mnurut gw mreka jg mempunyai hak mencintai dan di cintai…
iya ga…
yuup,,,gw setuju ma tulisan2 kalian.
gw uda banyak ngeliat para gay2,kebanyakan di internet..
gw kadang merasa kasian pd mereka karena banyak orang masih memandang mereka sebelah mata,bahkan ada yang ga menganggap mereka sebagai layaknya manusia yg lain…
mnurut gw gay jg berhak menginspirasikan potensi dan bakat mreka,gw yakin mreka bisa lebih baik daripada manusia yg dianggap normal oleh masyarakat…
lagipula mereka memang sedikit lain dgn kita,tp mnurut gw mreka jg mempunyai hak mencintai dan di cintai…
iya ga…
tp gw tetep berharap suatu saat nanti merekapun dapat mencintai lawan jenis mreka..
gua sebagai gay say thx u pada tulisan u,sebenarnya aku atau tmen teman yang lain gak mau jadi gay tapi gimana lagi sudah telanjur basah dan menikmati rasanya kembali normal sulit sekali meskiupn aku sudah berkali kali usaha please hormati kita
gua mau ngasih tambahan nih jangan pernah kamu menggapgap rendah kami.kami juga sama seperti kamu kamu yang normal,tapi emang lebioh baik gay tidak usah ditunjuk tunjukkin di muka umum biarlah menjadi rahasia antara anda dan pasangan. oarng gay juga sering patah hati loh banyak yang menyakiti ,tolong buat anak anak gay kalau bisa setialah sama pasangn jangn suka gonta ganti thx
Andai kubisa memilih, siapa yang ingin patah hati .. siapa yang ingin tersiksa .. jika kalian bisa merasa .. jika kalian tahu begitu pedihnya memendam rasa .. Ya Allah .. cobaan ini adalah cobaan terbesar & terberat yang Kau berikan untukku .. kuyakin Kau tahu betapa hatiku berdarah menahan pedihnya aib yang mereka torehkan untukku .. kuyakin Kau tahu betapa jiwaku terbakar menahan rasa itu .. namun kucoba untuk selalu percaya bahwa Kau tak kan pernah meninggalkanku walau sesaat .. tak kan pernah Kau biarkan dan sia sia kan aku dengan segala kepedihan dan gejolak ini .. jika kuboleh memohon padaMu, kuatkanlah aku .. lindungilah disetiap derap langkahku .. disetiap desah nafasku .. dalam setiap detak jantungku dan disetiap tetes airmataku .. luruhkanlah pandangan mataku .. padamkanlah gelora itu .. hingga sirna dalam hidupku .. yang dapat membawaku kembali padaMu dengan senyum .. senyum kemenangan dalam berjuang melawan HAWA NAFSU .. sampai dapat kulihat tanganMu menggapaiku untuk kembali kepelukanMu .. Ya Allah tolonglah aku …
kalau gue lihat ceritamu bagus juga kalo para gay itu bisa menujukkan dirinya itu bukan sampah melainkan orang yang bisa juga menghargai dirinya sendiri tanpa membuat orang lain merasa terbebani oleh ulah kaum mereka. menurut saya kalo dilihat dari segi cara pengenalan kaum mereka kalo saya lihat bagus juga, mereka lebih melakukan kegiatan yang lebih berguna daripada melakuakn kegiatan yang tidak berguna. tapi itu di luar negeri to….., tapi kalo di indonesia belum pernah itu namany parade gay, sehingga orang beranggapan bahwa para gay itu sampah masyarakat. jadi ayo kita dukung kegiatan mereka.
orang dulu beranggapan bahwa para gay itu adalah orang nista, itu namanya nasib yang harus dijalani ya to…, tapi setiap laki-laki pasti menginkan hidup normal tapi kalo namanya sudah keadaan ya mau ngomong apa lagi. para gay itu juga manusia yang perlu dihormati sebagai layaknya manusia biasa. ayo kita perhatiakan mereka.
gw selalu ngehormatin setiap orang. gay, lesbian, bisexual, it’s their right. tapi pernah gw dibohongin, cowok gw ternyata bisexual dan dia cheated on dengan seorang laki2. sakiiiiitttt banget rasanya. udah diselingkuhin, dibohongin pula. jadi memang sbaiknya kalian coming out lah
Ehm… berat yah topiknya?
ehm.. gue pribadi sih ngga setuju dengan gay. karena gue percaya bahwa segala hal sudah ada pasangannya. laki2 ya dengan perempuan…. tapi secara kemanusiaan, gue rasa kita harus adil juga sih. kaum gay jangan di jauhi, tapi di dekati agar mereka bisa normal kembali.
gue rasa setiap homoseksual pasti memiliki keinginan untuk menjadi heteroseksual. normal. tapi mereka ngga tau caranya. =)
mari menjadi manusia yang lebih baik lagi.
preferensi seksual beda dengan perilaku seksual..
saya 29 tahun, saya gay, tapi saya tidak aktif secara seksual…(mungkin belum..he..he..he..)
tapi di luar sana(di Indonesia), heteroseksual, yang buat manusia kebanyakan disebut orang normal, 30% remajanya sudah having sex, 2-3 juta bayi diaborsi setiap tahun(bukankah yang berhak menghentikan hidup hanyalah Allah?), di setiap kota/kabupaten di Indonesia pasti ada kompleks pelacuran(=perempuan seperti jadi barang dagangan dan cuma jadi obyek seks laki-laki normal)
dan berapa banyak laki-laki normal yang cheating on sama istri-istri sah mereka? bahkan sebagian melakukan poligami untuk mengesahkan ketidaksetiaan(saya ga anti poligami asal dgn syarat-syarat tertentu)
Gay bukan penyakit jadi ga bisa disembuhkan, tapi kalau seorang gay mau berubah menjadi heteroseksual(karena pertimbangan religi atau budaya misalnya..), lakukan secepatnya dengan konseling dan bikin program dengan psikiater..
..
well done Ria
tulisan kamu bagus
Fafa
artikel yang sangat menarik. saya copy+paste di blog saya yah… thx
aq tu tertarik banget tentang dunia gay, yg menurut ku seorang gay biasanya orangnya cakep- cakep..
padahala kan sayang udah cakep- cakep kok gay.
tapi, saat mereka mencoba mengekspresikan dirinya pada pasangannya, mereka terlihat seperti layaknya pasangan yg sempurna dan normal. aq pengen banget tau apa yg membuat mereka tertarik dengan sesama jenis.
aq jg pengen banget ketemu ama mereka, ngobrol, dll. aq lom pernah liat mereka secara langsung. yahh.. pernah sih tapi cuma sekilas dan aq gak yakin banget apa mereka gay atau cuman best friend….
menurut saya ga itu bukan pilihan hidup,,
tetPI TAKDIR hidup yang sebisa mungkin harus kita terima,,apa loe tau isihati kita yg hancur menerima nasib ini,,andai kata aq dpt memilih,aq ga mungkin pilih ini semua,,aq past memilih ini semua,,
ga mudah menjadi seorang gay,,
kita emang cacat,,tp dibalik itu semua ada ketulusan hati yang dalam,,
ingat kisah kaum Nabi Luth A.S.?! Menurutq homoseksual adlh penyakit masyarakat,so itu bisa menular.tidak percaya??Mnrt cerita,jumlah homo pada zaman Nabi Luth hanya beberapa orang saja,tetapi semakin lama semakin banyak!!Saya jug pernah baca pengakuan seorang gay di majalah(saya lupa majalah apa), dia mengatakan bahwa pada mulanya dia normal,tetapi setelah dia(laki-laki) diajak ML(scr paksa) sama majikannya(jg laki-laki),akhirnya malah ketagihan!!Mgkin awal mula seseorang menjadi homo adalah tidak kuat menahan nafsu seksual,serta tidak pula mau bertanggung jawab akan perbuatannya(mempunyai anak).Setuju???Lihat kondisi di LP. Banyak sekali terjadi pelecehan seksual napi yang kuat terhadap yang lemah!!alasannya apalagi kalo ga kuat nahan nafsu.So, mejadi homoseksual adalah suatu tanda bahwa orang itu tidak dapat menahan nafsunya!!!Kita berdoa semoga kita diberi kekuatan untuk mengendalikan diri kita dan tidak terperosok dalam dunia homoseksual yang hina!!!!!
Apakah menjadi gay memang bener2 100% takdir? Atau 100% karena lingkungan? Karena kalau 100% takdir, yang berarti memang dipengaruhi oleh hormon atau zat2 lain dalam tubuh, apakah tidak bisa dirubah dengan cara2 kedokteran? Apabila pengaruh dari lingkungan, bukankah bisa dirubah dengan lingkungan yang lain?
sbenernya gua malu bgt stiap ngakuin kalo gua gay…gua mhasiswa yang pnya sgudang kgiatan…gua brasal dr kluarga pas-pasan…gua kerja disbuah yayasan kesehatan, gua penyanyi cafe,MC,guide,guru private bhsa inggris,dlll…alhamdulillah Tuhan ngasi gua banyak potensi…gua pingin trus sibuk…biar gua ga inget kalo gua tu gay…sakit banget! gua ngerasa hina banget!…gua butuh tmen berbagi…tpi gua malu…tkut ga diterima…gua sama sperti kalian…gua pingin berubah….coz di dunia gay lbih banyak nanggung beban mental dan rohani…….gua pernah berhubungan dengan sesama gay…awalnya hubungan kita hepy bgt…gua sayang dia dgn spenuh hati walopun sadar hub kya gni ga mungkin slamanya….gua rela ngelakuin apapun buat dia…hubungan kita cukup lama sdah hampir 2 tahun….sampai brapa minggu yg lalu trnyata gua baru tau dia udah lama berhubungan dengan seorang cewek…n ga ngerasa bersalah dia ngakuinnya……dia bilang sayang banget gua n tu cewek…n nawarin kita jalan terus…ga sanggup gua…walopun sbenernya gua ikut bahagia kalo seandainya nanti dia bisa normal lagi…gua sadar sapa juga yang mau pertahanin hubungan hina kya gni…tapi gua tetep aja manusia…sakiiiitttt bgt bgitu tau orang yang gua sayang banget ternyata bagi hati dengan orang lain….gua ambil langkah mundur…gua doa smoga dia bener-bener normal lagi n bahagia trus dengan tu cewek…gua harep bgt tu cewek bisa sayang dia lebih dari gua….itu cuma satu hal yang paling nyakitin dari dunia Gay…harus slalu siap ditinggalin…ga peduli sedalam apa lo sayang seseorang…Gua pingin berubah…mungkin Tuhan hukum gua….atau ini ujian-Nya buat gua…gua rela untuk nebus dosa-dosa gua…apa ada yang mau nrima gua dalam keadaan sperti ini?…maafin gua temen-temen…cma pingin curhat doang…hav a great eve 4 ya’ll….tke care
hmm….topik yang beginian nih yang seru abis. gw cowok 24 tahun. dulu gw gay abis. setiap kali liat cowok yang agak “terang”, gw pasti berliur. konyolnya gw sempat bela-belain untuk tinggal ama nenek gw 7 tahun di belanda hanya karena gw ingin having sex tiap hari ama sesama cowok dari segala ras. segala bentuk lelaki dari seluruh bangsa di dunia udah pernah gw coba. Dan rasanya seperti di surga. ganti hari, berarti ganti lelaki . . . hehehe
Tapi kemudian gw iseng-iseng deketin cewek polandia yang tinggal di dekat rumah nenek gw. yang namanya budaya di eropa, sekali loe jalan ama orang dan ternyata loe bisa bikin dia tertarik, gw jamin deh dia akan langsung rela buka baju di depan loe. Dan ketika gw tidur ama tuh perempuan, kok ternyata gw juga bisa menikmatinya yah..
semenjak malam pertama gw dengan seorang wanita tersebut terjadi, gw berubah jadi bisexsual.
Jadi teman-teman yang merasa gay, dicoba dulu dong untuk having sex dengan seorang perempuan, siapa tau berhasil dan sembuh, yaa kan?? atau yah setidaknya bisa berubah jadi bisex gitu. Jadi bisex tuh enak loh, bisa kawin dengan perempuan, tapi juga bisa tetep asyik menikmati belaian dari lelaki. . .hehehe
nah sekarang tinggal nyari orang-orang yang suka nyalahin ato menghakimi kaum gay. Maukah mereka membantu penyembuhan kaum gay dengan cara menjadi relawan teman tidur semalam bagi kaum gay?? jangan cuma bisa olok-olok doang aja, berikan kontribusi kalian dong!!!
(btw, kalo mau jadi relawan untuk teman tidur semalam, yah harus tulus. Jangan minta bayaran yah . . . .hehehe)
nambah ne gua hehehehe….btw klo da tmen2 Gay yg mo sharing ma gua bsa krim e-mail ke rexchado83@yahoo.com…tar kta tukeran nmor mobile key!!!!….lets fight t’gether 4 better future….alah bahasanya!!???? hehehe hav a great times…………………….
top abis niy tulisan….
ga nyangka ya kalo ternyata didunia ini ada kehidupan selain hubungan percintaan antara pria-wanita..
gw suka artikel ini….
two tumbs up deh bwt yang bikin artikel ini…
dan gw juga salut bwt cowok2 gay…mau menerima segala kekurangan yang ada didalam diri mereka…dan semoga kalian semua bisa sembuh dan jadi manusia yang normal lagi…masih banyak wanita diluar sana yang butuh belaian kasih sayang dari seorang laki2….contohnya gw…hekekekekekekekekek…
thx buat semua yg udah ngisi blog ini. gw punya tugas tentang “fenomena kaum gay dan lesbian dalam kehidupan mereka dalam ber fashion”. thx semuanya. GBU!
terima kasih ya ria buat tulisan kamu.
it’s so inspiring!
tapi gua sama seperti aries, agak nggak setuju sama judulnya ” Menjadi Gay sebuah pilihan hidup”. Kalo menurut gua menjadi gay bukanlah pilihan hidup, sudah dibuktikan kok kalo gay itu ada dalam gen. Yang menjadi pilihan itu adalah mau hidup sebagai seorang gay atau tidak.
tapi bukan berarti kalau menjadi gay lalu memutuskan untuk hidup sebagai seorang heteroseksual akan 100 % berhasil. sebagai contoh, ternyata di dunia ini ada organisasi gereja yang bernama ex-gay organization, isinya adalah para gay yang berniat untuk menjadi normal dan berkeluarga dengan seorang wanita, beberapa dari mereka berhasil dan beberapa dari mereka kembali lagi ke dunia gay dan membuat ex-ex gay community (lucu yah
. Para ex-gay tersebut memulai perubahannya dengan terapi, tapi bukan terapi untuk mengubah orientasi seksual (terapi macam ini juga sudah dibuktikan tidak berhasil). Terapi ini mencoba untuk mengubah cara pandang pasien terhadap lawan jenis secara lahir & batin. Mereka yang berhasil tetap suka pada sesama jenis tapi bisa mencintai lawan jenis. Saran saya bagi yang melakukan hal seperti ini, tolong beritahu calon istri atau suami mengenai masa lalu anda, masa tega sih berbohong ttg masa lalu ke orang yang akan menemani hidup anda selamanya. Kalo masih mau disembunyikan sih tidak apa2, tapi konsekuensinya adalah merusak rumah tangga yang sudah dibangun dengan usaha yang jauh lebih besar daripada kebanyakan orang.
jadi kalo menurut gua, yang peling penting adalah tau apa yang dilakukan dan menerima semua konsekuensinya. kalo sudah memutuskan untuk menjadi heteroseksual dan mempunyai istri, jangan bermain dengan laki2 lain dan juga sebaliknya (sekarang ini banyak lho, gua kenal beberapa, cape deeeeh).
terus kalo ada gay yang sebenarnya tidak mau dilahirkan sebagai gay, sudahlah, itu bukan pilihan, daripada cape ati nyalahin Tuhan lebih baik menerima keadaan dan menjalani kehidupan apa adanya. sekarang ini saya sudah tidak merasa malu untuk menjadi seorang gay (nama asli yang jarang dimiliki orang tercantum diatas, gak takut ketahuan kan :b), sudah terjadi ya disyukuri saja, tapi seorang gay juga harus memilih siapa yang perlu diberitahu dan siapa yang tidak, karena tidak semua orang bisa menerima, apalagi di Indonesia. jangan sampai orientasi seksual dijadikan alasan oleh orang orang untuk menghambat jalan hidup seorang gay.
final words : jangan malu yah jadi seorang gay! being gay is absolutely fabulous! seperti kata Ria, jarang banget di dunia ini yang bisa sensitif seperti wanita dan mempunyai sifat pelindung seperti pria.
wah.. gw setuju banget… thx yah buat artikelnya…
sebenarnya gw punya kk angkat cowok, dan pas gw dah nganggap dia sebagai kakak kandung gw sendiri, baru dia ngaku sama gw kalo ternyata dia GAY…
gw emang shock waktu itu karena yang gw tau, sifat dia itu mirip banget sama adik gw yang dah meninggal (sorry)…
dan dengan apa yang dia katakan itu, gw jadi bertekad, gw harus tetap bantu dia, gw akan lakukan apa aja biar dia bisa berubah, sekalipun gw harus mati untuk dia agar dia bisa sadar.
jujur aja gw juga pernah terjun ke dunia itu, tapi gw dah merubah diri gw, dan gw juga ngerti gimana sebenarnya menjadi seorang gay itu, dimana gw terjun ke dunia itu gara2 ortu gw yang begitu kejam memperlakukan gw seperti seorang anak tiri… artinya? ya… gw disiksa.begitu juga para kaum gay lainnya, mereka memiliki 1001 cerita yang membuat mereka terjun ke dunia seperti itu.
dan buat kakak gw ini, gw bakal ngelakuin apa aja, gw ga bakal nyerah. dia udah gw anggap sebagai kakak kandung, bahkan gw dah dekat sama keluarganya. dan gw menyayangi dia sama seperti gw menyayangi adik gw yang dah meninggal (sorry), karena mereka berdua adalah orang yang sangat penting buat gw, lebih dari keluarga gw…
dan satu kelebihan gay saat mereka sadar, gw yakin mereka akan seperti gw, yang memiliki rasa perhatian dan perasaan yang lebih besar daripada kaum pria yang sedikit masa bodoh.
bangga sih boleh, tapi kita juga harus ingat, kebanggaan sebagai gay hanyalah kebanggaan untuk kita, bukan kebanggaan untuk TUHAN.
btw gw mau nanya… salah ga kalo gw sayang banget sama kakak gw ini??? dia itu mirip banget sifatnya sama ade gw, seakan-akan ade gw tuh hadir di dalam dirinya dia, trus gw ga mau kehilangan orang yang paling gw sayang untuk kedua kalinya…
thx ya… have a nice day, take care…!
sorry, gw mau comentarin comment nya dari LEO, 28 january 2008,,,
beliaw mengatakan gay adalah sebuah TAKDIR se2orng.
sorry gw gak setuju… karna gw yakin tuhan gak pernah metakdirkan se2orng untuk menjadi seorng gay. karna menurut gw gay adalah pilihan hidup se2orng,, ketika ia memutuskan untuk menjadi seorng gay, maka disebut lah ia adalah seorng gay. namun ketika iya juga memutuskan untuk meninggalkan dunia gay, maka ia akan menjadi se2orng yg normal…
jadi tolong jangan mebuat pesimis se2orng dengan mengatakan gay adalah sebuah TAKDIR hidup se2orng.
kehidupan gay adalah pilihan hidup pribadi kita sendiri karena kita yang jalanin dan siap doong dengan jalan hidup yang kita pilih apakah akan menjadi gay slamanya atau akan kembali normal aku sendiri saat ini sedan menjalani ke hidupan ini dan nggak tahu sampai kapan akan brlansung karana di sisi lain aku dah lama kesepian njomblo ga ada pasanagan tapi mau di bilang aku kmbali ke kehidupan normal juga nggak karena aku juga nggak bisa mencintai lawan jenis kalo ada yang inggin berbagi curhat silahkan hub di eriiic@yahoo.com
seharusnya kita harus lebih peka dengan kehidupan gay, kita dapat mengulurkan tangan(bukan kasihan lo…)untuk dapat membantu mereka bukannya menghujat mereka.kita juga bukan manusia sempurna,knp kita gak sama – sama bergandengan tangan(he…he..)untuk memperbaiki diri menjadi manusia lebih baik.
wah jadi ikut nimbrung juga nieh. Ok gua juga gay dan punya sedikit pandangan yang beda. Mungkin orang yang straight ato masih normal harus berterima kasih kepada Tuhan, karena tidak menanggung masalah segede ini (jadi gay maksudnya), beneran!!! Suatu hari gua pernah berpikir apakah gua harus jadi gay, masalahnya gua belum pernah ml selama jadi gay. Ok sedikit flash back, gua jadi gay karena ada teman saat tk (taman kanak2) nyodomi gua. Lanjut ya, pernah juga gua ditawari ml sama teman kerja, mungkin dia gay juga (gak tahu kok dia ngerti kalo gua gay)tapi gua tolak halus alias gua anggep guyonan aja. Jawabnya adalah cobaan hidup yang harus diterima, coz SIAPA SIH YANG MAU JADI GAY?? Gua yakin gak ada yang mau to!!! Ini adalah masalah dan pasti ada jalan keluarnya. Gay adalah jalan hidup berarti dia gak bisa nyelesain masalahnya. Dan gua yakin Tuhan maha adil. Satu hal lagi para gay yang pengen sembuh harus memiliki dukungan yang kuat, bisa teman, kerabat, ato ustadz. Btw gua nulis gini bukan berarti gua dah sembuh tapi gua sharing aja. Temen-temen semua doain kita biar jadi normal ya…amin. Thanks
hai semua, boleh join kahan? terus terang aja gua jg gay kurang lebih dah 10 tahunan jadi dah tulen gitu kale. ku juga ga tau sekalian ga nyangka, kok bisa sih co suka ama co. tapi itulah keunikan ujian manusia, ada2 aja, deh. oya, bagi yang punya solusi ato obat tolang kasi tau aku dong , email aja ke indoboyz86@yahoo.co.id. ato sms ke 085293616186 jujur men, aku tuh dah ke psikolog hanya buang 2 uang ratusan ribu rupiah aja, cape deh, so gimna dong, help me,
Aku biseks, aku punya anak bini. Aku menikmatinya. Aku bersukur pd Tuhan karena aku bisa menikmati perempuan juga laki2. Jujur aku lebih suka cowok karena lebih hot!
Thansk yach buat Ria yg dah bkin artikel ini.Salut dech…artikelnya bgus bgt.Gw ga tau Gw ga Gay pa bkn.Gw ga pernah Hbgn sm cwo,Gw jg syg bgt sma cwe gw.Tp mgpa nafsu gw dominan ke cwo.Gw sedih dan bingung dgn kndsi ini.Harapan Gw cma SATU,Gw pgn smbh dan mnjd lki2 nrmal…
Saya agak sependapat dengan Ria, tapi mungkin lebih tepatnya adalah berperilaku gay adalah sebuah pilihan hidup. Jadi untuk berperilakunya yang merupakan pilihan, tetapi untuk mengenai masalah jiwa atau yang dirasakan oleh seorang gay adalah mungkin lebih banyak faktor yang berperan.
Seperti saya ini, perasaan menyenangi atau mengagumi sesama jenis sudah ada sejak saya SMP. Adapun nafsu/gairah sudah saya rasakan sejak Saya kecil (sebelum TK), ya percaya ga percaya, tapi saya sering membayangkan hal-hal yang berbau erotis dari kecil. jika ditilik, apakah ada faktor lingkungan yang berperan, padahal ketika kecil (sebelum TK) otomatis ya lingkungan hanya seputar keluarga saja, sedangkan keluarga, saya liat fine-fine saja. tidak ada pengalaman traumatis dan Dari TV juga sepertinya tidak mungkin, karena ya jaman dulu cuma ada TVRI doank, ga ada sinetron2 ga jelas kaya sekarang ini.
Walaupun perasaan ini sudah ada dari kecil, saya sadari bahwa hal ini tidak benar. Dan karena hal inilah, hubungan saya dan istri saya menjadi tidak harmonis, yang pada awalnya adalah bahagia. (saya pun hanya bisa berdoa untuk bisa diberikan yang terbaik bagi kami berdua)
Bagi teman-teman yang ingin meninggalkannya, yang penting adalah NIAT untuk tidak melakukannya dalam bentuk tindakan. Karena, jika mengenai perasaan atau apa yang dirasakan, mungkin terasa sulit (jika sudah ada perasaan tertarik pada seorang pria, segera alihkan – kegiatan atau mengurangi intensitas ketemu-, jangan sampai berlarut-larut menjadi perasaan cinta).
Ya mungkin untuk saat ini, itu yang bisa saya shared.
(email : cosike@gmail.com )
Hay semua… aq cow 18 taun.
aq jg ngrasa aq gay tp aq bingung…
semua serba g adil.
aq mulai napsu ma cow sjk SD aq kena pelecehan seks oleh kakakq sendiri.
dy bisex dah beristri lg.
Betapa aq g nyangka… trs skrng Aq dah kul an br cari tmn curhat, tp g ad. aq pkr g ad yg nerima klo aq gay jd semua kupendam…
Nih artikel seru juga ya.
sebenarnya semua arang ingin hidup normal, punya istri, anak, keluarga yang bahagia dan dapat diterima dimasyakat. kalau bisa normal semau pasti ingin normal akan tetapi tidak semulus itu keinginan kita untuk bisa terwujud. saya tidak bisa mengatakan bahwa gay itu takdir atau pilihan. saya punya 3 orang anak dan istri yang setia dan baik sama saya. tetapi dalam hati yang paling dalam saya mencintai seorang lelaki (kalau diminta memilih dan tidak ada embel2 dosa dan lingkungan saya milih lelaki untuk sex). tetapi rasa itu harus kita singkirkan karena hidup ini tidak bisa selamanya seperti ini artinya berusaha untuk tidak memikirkan lelaki wlaupun rasa itu sangat menyakitkan. buat sobat gay atao bi, cobalah untuk merenungkan kemblai kalau hidup ini hanya sesaat dan kita harus melakukan yang terbaik dalam hidup ini, kalau bisa mencintai wanita walau sedikit mungkin bisa di coba dan bentengi diri untuk tidak tergoda melakukan sex dengan lelaki. kalau kita niat dan yakin insyaallah pasti ada jalan. akan tetapi untuk yang tidak bisa jalankan hidup ini dengan baik dan ingat kita harus menjaga diri untuk kehidup yang abadi kelak.
Halo,namaku sandy,22 tahun.gua bi,tp aq dah memutuskan untk married dgn cow.dia org australia,kalo g ada hmbtan blan juni aq dh tnggl dan hdup sama dia.karena aq jg mau lanjtin kuliah disana.jujur aq bahagia bgt dkat dia,orgny romantis,caring,pny pekerjaan bgus,ckep bgt.hehe.aq jg ckep.hehe.dukung aq yaph.love you all.
Kalo yg mengira mengubah gay menjadi normal itu ada peluangnya, maka jelaz orang itu berpikir dari sudut pandangnya sendiri.
Mau tau apa yg akan dilakukan psikiater & psikolog utk “menyembuhkan” kaum gay ?? Dikasih obat2an yg intinya utk menekan perasaan, BUKAN menyembuhkan ! Mirip spt orang strez yg harus rutin minum obat supaya gak ngamuk !
Kalo lari ke “penyembuhan” melalui agama, tolong tunjukkan di depan muka sy, gay mana yg totally sembuh !! Sy bisa bilang gini, karena slama 2 tahun sy coba ikutin sgala macam cara mlalui agama apapun supaya bisa sembuh. Toh nyatanya……., NOL besar !
Masih tidak puas, & masih menganggap kamu gay tetap bisa disembuhkan ??? Skarang coba dibalik, misalkan dalam kitab suci ditentukan kalo heteroseksual itu haram hukumnya. Apakah kaum straight akan serta merta bisa “sembuh” & berubah dari heteroseksual menjadi homoseksual ??? Apakah kaum straight bisa melawan hati nuraninya utk tidak menyukai lawan jenisnya ???
Teruz terang sy suka marah kalo dibilang kaum gay spt kami harusnya bisa disembuhkan… Yg ngomong itu ibaratnya orang buta yg sedang menggambarkan bentuknya gajah itu berdasarkan apa yg dia sentuh ! Yg disentuh bagian belalainya, maka dia bilang gajah itu panjang & lembek. Yg disentuh kupingnya, maka dia bilang gajah itu bentuknya lebar & tipis.
Plz jangan bilang kalo kami kaum gay bisa disembuhkan !! Buktikan di depan kami, tampilkan dalam acara TV secara gamblang prosesnya ! Pazti banyak koq yg mau sembuh ! Masalahnya yg tidak mengerti itu bukan kami, tetapi justru KALIAN yang mengatakan kaum gay bisa sembuh !
hahhhh
seandainya aku punya temen cowok yang gay( apalagi kalo cakep), dengan senang hati aku bakal membantu mereka buat menjadi heteroseksual.
scara tman2, perbandingan cew dan cow tu skr, udah 1:4!
habislah keseimbangan klo banyak yang gay…
bisa jomblo forever gw!!! tidaaakkkk!!!
bagi para gay…
kasianilah cewek2 jomblo…
hiks… (keliatan banget gw gak laku nya….haaa….)
hahahahaha
yeaa..interest jga bca artikel ini..
selama ini ckup dekat sma kehidupan gay..
emang bener Co Gay itu temen yg baik buat cewe..nyaman aja tmenan ma co2 kyak gtu..
bahkan sampe jatuh cinta sma co Gay..mungkin ini sinting..
udah tau Gay tetep aja suka..
Ngenes bgt..yah sungguh malang nasib saya..cewe yg in love sma gay..
sebenernya Gay saat ini tu trend ato gmana sii??soalnya jman2 dLu jga g seheboh ini cerita ttg gay itu..
yah klo gaya hidup sbg Gay cm trend saya harap trend seperti ini cpat berlalu..
Upz..
gw setuju bgd ma Ar1z, lo bener sob !
gw gay, tp gw dlm kebingungan yg besar sekali, gw pengen bgd bs jd normal, tp d sekolah gw, ada temen gw yg bikin gw tertarik ama dia, itu yg bikin gw jd error
gw pengen bgd jd laki2 normal, buat orang2 d luaran sana, mohon bantuan dan dukungannya
dan jgn lp jg doa nya
Saya punya artikel yang terkait.. maaf saya tidak setuju kalau gay adalah sebuah pilihan…
sy setuju dng artikel tersebut krn dari sudut pandang yg bgt objektif dan partanyaan yg paling mendasar adalah siapa yang ingin dilahirkan cacat ( gay, lesbian, cacat mental dll) pastinya tidak semua org tidak menginginkan hal tersebut. tidak semua orang bisa menerima keadaan seperti itu. krn dianggap momok atau membawa aib buat keluarganya dan bahkan ada yg mengatakan lebih baik kita menghindar dari pada kita seperti dia. sungguh disayangkan dengan sikap tersebut, ajaklah mereka berilah mereka motivasi sehingga dunia2 semacam ini secara lambat laun bisa diatasi tapi ya, zaman sekarang kamu ya kamu dan saya ya saya. sikap egiosme yg sgt disayangkan. seandainya kita seperti mereka, mampukah kita bisa menerima untuk bisa berubah atau kita tetap saja terbelenggu karena sikap tersebut? mari kita bersama2 membantu mereka yg ingin berubah, Puji Tuhan, rahmat dan rejeki dari Yang Kuasa tidak akan berkesudahan.
hai slam knal, aq jga seorang yg ingin di mengerti, terxta banyak juga teman2 yg snasip dengan q, rasax q ksepian gada yg bsa memahami q, cinta kata yg indah, di lubuk hati yg tak pernah terucap oleh bi2r q, krna stiap wnita yg datang dan pergi kepada q hanya sebatas kta syang,. Q berusa mncintai psangan cwek q tapi hati ini skit skali, stiap q di ajak jalan q pngen menghndar n membuat 1001 alasan untuk menolakx, karna hati q g sejalan dengan dia, itu yg mmbuat hti q sakit. (Cobalah mngerti aq)
Itulah kehidupan.. Gw pernah pacaran ma orang selama 5 tahun dan ternyata dia gay. Dan sekarang deket lagi ma orang, lagi lagi gay. bagi yang tidak mengenal mereka mungkin akan jijik, tapi bagi yang mengenal ato bahkan terlibat dalam kehidupannya, disisi lain kalian akan menemukan sesuatu yang luar biasa atas sebuah pengorbanan dari diri seorang gay…
hallo…
ak seTuju mA tLisan kM…
mungkin sebagian orang beranggapan kaum gay adalah kaum yang salah,dan tak jarang mereka mengatakan bahwa gay adalah kaum laknat yang kotor…
huummmffhh…
padahal,jika memang kita memandang kaum gay dari sisi yang berbeda,mungkin kita bisa menyadari kalau mereka tidak salah, karena bagai menapun kaum gay juga manusia yang butuh akan kasih sayang walaupun kasih sayang yang mereka inginkan datang dari sesama jenis…,seperti halnya orang-orang yang memiliki seksualitas yang normal,mereka juga hanya ingin mencinta dan di cinta….
jd sekali lagi ak tegaskan,”tak ada yang salah dari kaum gay”
kenalin gue wildan, gue juga gay yang terus terang membenci dengan ke gay an gue, gue muslim yang tidak fanatik tapi gue kerapkali merasa apa yang gue jalani adalah sebuah dosa. Semula waktu gue masih kuliah gue bisa menjalani kehidupan gay gue, tapi sejak gue diajak temen ke organisasi gay di kota gue (Surabaya), kehidupan gay gue yang semula tertutup malah berantakan gara-gara gue berhubungan dengan organisasi tersebut sampai gue keluar dari pekerjaan gue karena gue digosipkan macem2 oleh orang2 di organisasi tersebut. Ini jauh dari harapan gue, organisasi yang semula gue harapkan bisa ‘discreet’ menjaga privacy tetapi malah ‘ngember’ kemana-mana, akhirnya gue kapok dan sekarang gue menutup diri, padahal gue butuh teman, tapi gue ga tau temen apa yang gue hadapi, gue trauma apakah mereka bakal seperti di organisasi tersebut yang dengan bebas bisa menggosipkan dan menghasut orang lain.
Jujur gue kecewa dengan pucuk pimpinan organisasi yang membiarkan hal ini
GAY memang sebuah pilihan tapi bukan sebuah takdir krn takdir kita sendiri yg menentukan..
aq menghargai tmn2 Gay krn beberapa dari tmn q juga gay.. tp apakah tmn2 yg “sakit” merasa nyaman dengan kehidupan temen2?? disaat melihat teman kita yg lain dapat hidup normal, mempunyai keluarga dan terutama mempunya anak dari darah daging kita??
aq tau untuk temen2 menjadi sembuh butuh perjuangan keras n’ aq g menyalahkan temen2 yg mencoba dan gagal sehingga terus menerus jatuh dan menyerah… tp disitulah kesetiaan kita di uji ama Tuhan…
bagi temen2 GAY yg Kristen pas mengerti ayat yg paling sering kita dengar KEJ 1:28 dan 1 KOR 6:9 tentang sodom dan gomora…
hidup di dunia singkat tp setelah mati ada kehidupan yg kekal menanti.
aq cuma mengajak temen2 GAY yg bener2 mw bertobat n sharing/curhat aq siap mendengarkan….
jgn lah merasa nyaman dengan keadaan GAY karena itu cuma bersifat sementara mungkin teman2 gay bisa pelayanan n dekat dengan Tuhan tp apakah Tuhan menerima pelayanan temen2 sbb dia rindu untuk temen2 kembali kejalanNya memang sulit untuk merupakan rasa suka temen2 dengan sesama jenis tp lebih sayang siapa kepada manusia atau Tuhan?? aq menulis ini bukan krn aq ingin mengucilkan GAY tp krn aq rindu untuk temen2 kembali ke Tuhan dan dipulihkan mungkin aq cuma bisa bantu temen2 dengan kasih alamat e-mail q
thnx
klo buat aq sih jujur aja…pny temen gay/lesbiam itu malah seru, kadang mreka2 lah yg lebih mengerti keadaan kita loh, malah tmen2 yg kuanggap ‘normal’ kadang kurang peka dg keadaan seseorg… kalau masalah mau mengembalikan mreka menjadi normal itu mah dari pribadi masing2 apakah mreka mau atau tidak…
Bagi klian para gay/lesbian ttp smangat, msh bnyk koq org2 d luar sana yg mao jadi sahabat klian…so just come out aja… Tuhan aja masih mau bersahabat sama kalian masa kita yg hanya sekedar manusia ngga bisa… apa kata surga?? wkwkwkw….
March 26, 2007 at 7:07 pm
Hello Ria,
Ketika migrasi ke AS, aku tinggal di San Deago, California. Setelah itu aku pindah ke San Francisco, Bay Area. Di kedua kota ini, cukup banyak gay, terutama di San Francisco yang dianggap Mekkah-nya gay. Di kedua kota ini jugalah aku mulai mengenal kehidupan gay, baik sebagai pengamat maupun sebagai teman mereka.
Di San Francisco khususnya, kehidupan gay sangat terbuka. Gay Parade atau Pride Parade di adakan setiap tahun. Dalam parade itu, segala jenis tingkah laku gay bisa dilihat. Dari yang hanya berpakaian biasa, melambaikan tangan dan membagikan perhiasan (manik-manik kalung) dan juga alat kontrasepsi (kondom). Ada juga dari mereka yang menari, nyanyi, memainkan alat musik dan berlari-lari dengan girang.
Yang agak diluar kebiasaan seperti berpakaian pengantin suami isteri antara gay lelaki atau sesama gay wanita. Ada juga yang membawa poster bertulis, “God loves gay people.” Yang lebih ekstrimnya lagi (ini untuk R-rated, dewasa only, Ria umurnya berapa?
), mereka bertelanjang bulat ria. Seluruh badan mereka terlihat jelas. Dari yang ganteng, kekar, muda sampai ke yang … sebaliknya. Gay laki dan perempuan, nereka bebas mengekspreisikan dirinya.
Gay Parade adalah suatu event yang sangat penting (big deal) bagi mereka. Salah satu bawahanku yang gay sempat bolos kerja karena acara ini.
Hal ini hanya ada di San Francisco, not even di kota lain di AS. Mengesankan bukan?
Beni Bevly
http://www.overseasthinktankforindonesia.com/