Posted by: riawibisono on: March 9, 2007
Siapakah pahlawan Indonesia saat ini? Menurutku, Chris John adalah jawabannya. Di tengah keterpurukan bangsa dalam berbagai aspek kehidupan, Chris John justru mengharumkan nama tanah air lewat prestasi olahraganya. Prestasi internasional yang bisa membuat masyarakat Indonesia untuk sejenak melupakan segala tragedi bangsa dan kembali merasa bangga akan negerinya.
Chris John, bagiku, adalah pahlawan yang komplet. Tidak seperti Taufik Hidayat yang di luar lapangan bulu tangkis terkenal dengan kisah petualangan cintanya dengan beberapa perempuan (akhirnya, di lapangan pun Taufik berulah; masih ingat tragedi lempar raket ke penonton?). Chris John sangat rendah hati, sangat ramah. Dia tipe ‘family man’ yang membawa laptop untuk bisa berinteraksi dengan anak istrinya selama dia berada jauh dari mereka. Karena putrinya suka berenang, Chris John bahkan menjadi member sebuah kolam renang di Semarang, kota asalnya. Dia juga tak lupa berdoa setiap naik ring, tak pernah melupakan bahwa gelar juara dunianya adalah pemberian Yang Kuasa. Dalam berlatih pun Chris John sangat disiplin dan kooperatif, menunjukkan bahwa dia tidak congkak atau takabur. Latihan rutin tetap dianggapnya vital sebagai persiapan bertanding, siapapun lawannya.
Reputasi The Dragon (satu alasan lagi kenapa mengidolakan Chris John, karena aku suka julukannya) sebagai sang pemenang di atas ring hampir goyah saat dia akan bertanding dengan Jose ‘Cheo’ Rojas baru-baru ini. Aku sempat khawatir membaca Chris John naik ring dengan membawa beban honor yang belum dilunasi promotor. Apalagi dulu Ellyas Pical pernah kalah karena masalah serupa membuatnya kurang konsentrasi menghadapi lawan.
Syukurlah Chris John akhirnya menang. Kekagumanku makin bertambah. Oh iya, Chris John juga nasionalis. Sekalipun dia kecewa dengan sikap promotor yang menunda pelunasan pembayaran, toh tidak tersiar kabar bahwa dia berencana hijrah ke negara lain. Padahal, negara mana yang akan menolak juara dunia WBA sekelas Chris John?
Harapanku, ke depannya Chris John bakal menyandingkan sabuk WBA dengan sabuk dari kejuaraan internasional lainnya. Mengingat umurnya yang sudah 27 tahun, waktunya tak banyak lagi untuk terus berlaga di dunia tinju. Sebaiknya Chris John juga mulai merintis usaha sampingan untuk menunjang hidupnya jika kelak karir tinjunya terhenti. Yang paling penting, semoga Chris John tetap sehat, jangan sampai kena Alzheimer seperti Muhammad Ali, serem….
By the way, ngaku dosa ya… biarpun ngefans sama Chris John, aku nggak pernah lho nonton pertandingannya. Soalnya serem lihat orang tinju-tinjuan, luka-luka. Tapi aku bisa ngerti tinju dari koran….
Criss John memang seorang petinju yang hebat, kalo dilihat dari track record dia bertanding memang hebat patut diacungi jempol.
Tetapi ada 1 hal yang mengganjal dipikiran saya, apakah Criss John ini benar2 hebat atau dia hanya jago kandang. Karena pertandingan yang diadakan selama ini berlokasi di bumi garuda. Belum pernah dia bertanding away, akan lebih hebat lagi jika Criss John dapat menakklukan lawannya di luar negeri jadi kebanggaan yang didapat akan lebih besar. Juga apakah juri yang bertugas dapat dipercaya? Tidak ada permainan uangkah? Kalo tidak bisa meng KO bisa saja perhitungan poin direkayasa. Tetapi itu semua hanyalah murni pendapat saya, disamping semua ini saya bangga Indonesia memiliki atlet tinju yang hebat seperti Criss John.
[...] Baca juga Chris John in a dragon’s point of view….. [...]
wah anda salah kalo bilang chris jago kandang…chris sudah 4 kali tanding diluar negeri 3 x di jepang melawan osamo sato, zaeki takemoto, dan terakhir hiroyuki enoki, dan australia melawan tommy brown…semua dimenangkan oleh Chris…sampe dgn saat ini Chris belum terkalahkan, waktunya chris melawan barera, manny pacquaio, erik morales, dll
atau yg ditunggu2 dunia chris john v manuel marquez part 2
criss john berkat dirimu q jd bangga jd orng ing
criss john…smangat…
SUPRYADI,SUPRYADI …Kamu tinggal di daerah terisolir yaa… pantas saja ..ga tau kalo Crish Jon sudah 5 kali main di kandang lawan. Eh …. kalo komentar yang ngenakin kenapa sih …. bukanya bangga dengan Prestasi anak bangsa malah meragukan Cris John,dasar sesuai namanya …Orang kampung ……..
kalo smua otak anak bangsa seperti Supryadi …ga akan bisa maju dunia olah raga kita. Kolot dan kampungan komentarnya ga berbobot aku setuju dengan Slamet ….. kalo orang kampung dan terisolir …yaaaa gitu deh ..
March 13, 2007 at 7:03 pm
Penilaian Ria sangat tajam dalam hal mendiskusikan kriteria kepahlawanan. Benar seperti yang dia katakan bahwa pahlawan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi pencapaian hasil di bidangnya, tetapi perlu dilihat seluruh aspek kehidupan mereka.
Selamat menulis.
Beni Bevly http://www.overseasthinktankforindonesia.com/